Gubernur Masih Penasaran dengan Taman Samarendah

oleh

SAMARINDA,BERITAKALTIM.COM- Gubernur Kalimantan Timur, H Awang Faroek Ishak rupanya masih penasaran dengan Taman Samarendah yang dibangun Pemkot Samarinda di  Jalan  Bhayangkara dengan merobohkan seluruh bangunan bekas SMPN I dan SMAN I Samarinda.

Rasa penasarannya itu disampaikan Awang Faroek Ishak dalam konperensi pers di  Kantor Gubernur Kaltim, Kamis sore (30/06/2016). “Dari penglihatan saya, taman itu tidak ada elok-nya dipandang,” katanya. “Betul itu, taman itu menjadikan jalan yang dulu lurus kini berkelok-kelok,” sambung Awang Faroek menimpali gurauan wartawan.

Menurutnya, dia penasaran karena menerima sejumlah klaim dari alumni SMPN I dan SMAN Samarinda, ditambah dia juga tak bisa menjawab sejumlah pertanyaan dari alumni kedua sekolah tersebut.

“Sebelum membangun tidak ada koordinasi, tidak ada komunikasi, apa lagi presentasi dari wali kota (H Syaharie Jaang) Samarinda, padahal lahan itu aset Pemprov Kaltim,” ungkapnya.

Pembangunan taman itu juga mengacaukan program pembangunan jalan layang untuk mengatasi kemacetan di pertigaan Kantor Pos, Bankaltim, Jalan R Soepratman, dan depan rumah jabatan Wakil Gubernur.

“Mau ditempatkan dimana kaki jalan layang, sudah ada taman di situ,” ujar gubernur. “Seharusnya dulu jalan Bhayangkara itu tidak dibuntu seperti sekarang,” ujarnya.

Taman Samarendah dibangun di lahan seluas 2,5 hektar, khusus untuk taman sendiri berkisar 1,4 hektar. Pembangunan tahap pertama tahun 2014 dengan APBD Kota Samarinda sudah dihabiskan dana Rp14 miliar, kemudian di tahun 2015 ditambah lagi Rp9 miliar atau totalnya Rp23 miliar atau satu meter persegi, taman itu telah menelan dana Rp920.000,oo.

Hingga saat ini taman tersebut masih memerlukan tambahan dana lagi sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan prasarana dan sarana pendukung, misalnya aksesoris taman, fasilitas air bersih, toilet, bangku-bangku tempat duduk, dan lainnya. Tapi yang janggal adalah, WC umum nanti terpisah dari taman, sehingga untuk ke WC, pengunjung harus menyebarng jalan terlebih dahulu.

Saat hari hujan, taman Samarendah juga kebanjiran, di pelataran pakir dan jalan air bisa mencapai ketinggian 10-15 centimeter, karena saluran air di bawah taman, ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan saluran air yang baru diperlebar di Jalan Bhayangkara. #into