1.091 Tenaga Medis Disiapkan untuk Vaksinasi

oleh -670 views
Satgas Penanganan penyebaran Covid-19 Kota Balikpapan.

BERITAKALTIM.CO- Dinas Kesehatan Kota Balikpapan segera melakukan persiapan program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah pusat. Setidaknya, ada tiga tahap persiapan yang dilakukan, yakni pendistribusian, penyimpanan vaksin, dan tenaga medis yang melakukan vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, tahapan tersebut dilakukan agar pihaknya dapat maksimal ketika vaksinasi dilaksanakan. Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu hasil uji klinis tahap ketiga sebelum program vaksinasi dilakukan.

“Memang belum ada data jumlah vaksin yang diberikan dan kapan vaksin datang di Kaltim, tapi kami sudah diminta jumlah tenaga medis yang mampu melakukan vaksinasi nanti,” ungkap Andi Sri Juliarty saat jumpa pers di Kantor Wali Kota, Rabu (18/11/2020).

Jumlah tenaga medis Balikpapan yang disiapkan untuk membantu melakukan vaksinasi ini sebanyak 1.091 orang. Terdiri dari 348 tenaga medis dari puskesmas, kemudian 743 tenaga dari klinik, rumah sakit pemerintah, dan rumah sakit swasta.

“Kemudian dari hasil Rapat Koordinasi dengan Dinas Provinsi Kaltim tadi siang, kami diarahkan juga untuk mencari tempat untuk penyimpanan vaksin ini. Karena vaksin ini memerlukan perlakuan khusus, seperti suhu tertentu yang harus dijaga,” ungkapnya.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan segera mendata sasaran vaksin Covid-19 tersebut walaupun alokasi vaksin untuk Kaltim masih menunggu informasi terbaru dari Kementerian Kesehatan. Dalam hal pendistribusian, Balikpapan juga akan menjadi pintu masuk kedatangan vaksin, atau sama seperti bantuan APD dari pemerintah pusat.

Selain itu, dalam rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Balikpapan diminta untuk melakukan intervensi dalam perkembangan klaster keluarga. Sebab, klaster keluarga masih menjadi penyumbang kasus terbanyak di Kaltim.

“Dan secara nasional, posisi Kaltim mengalami lompatan sebagai provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi dari semula peringkat 14 menjadi 11, kemudian 7. Dan diestimasikan Kaltim dapat naik satu menjadi peringkat 6,” ungkap Dio, sapaan Andi Sri Juliarty.

Dalam menekan klaster keluarga, kota Balikpapan menemui kendala dalam melakukan tracing dan testing. Dari prosedur yang ada setiap kasus positif covid-19 diminta melakukan testing atau swab test terhadap 30 orang riwayat kontak erat.

Namun di Balikpapan jumlah anggota keluarga umumnya sedikit atau kecil, begitu juga yang terjadi pada kasus pendatang yang mungkin hanya terdapat satu keluarga saja jelasnya.

Sementara itu Satgas penanganan covid-19 Balikpapan melaporkan hari ini terdapat penambahan 16 kasus positif , 19 selesai isolasi dan satu kasus meninggal. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.