14 Kilo Sabu-sabu Diblender Mirip Es Jus

oleh -356 views
Prosesi pemusnahan sabu-sabu di Mako Polresta Samarinda, Senin (14/6/2021).

BERITAKALTIM.CO-  Sebanyak 14 Kilogram Narkoba jenis sabu-sabu senilai Rp19,5 Miliar dimusnahkan dalam blender seperti membuat minuman es jus. Selain itu ada pil ekstasi dan ganja serta ratusan butir pil ekstasi palsu turut digerus hingga larut dalam air dan dibuang.

Prosesi pemusnahan dilakukan jajaran Polresta Samarinda di ruang Video Conference, Senin (14/06/2021). Jumlah sabu-sabu yang dimusnahkan tepatnya 14.467,53 gram, ekstasi 0.79 gram, ganja 68.05 gram, yaitu hasil tangkapan kepolisian pada bulan Mei sampai Juni 2021.

“Saat ini kami memusnahkan barang bukti narkoba dari 12 tersangka yang kami tangkap,” ucap Kasat Narkoba Polresta Samarinda AKP Rido Doli Cristian di depan Wartawan.

Narkoba yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan dari tujuh kasus. Polisi masih menangani perkaranya untuk diproses ke Jaksa Penuntut dan pengadilan untuk diadili.

Pada prosesi pemusnahan itu dihadirkan juga perwakilan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Samarinda. Termasuk juga para 12 tersangka yang mengenakan rompi berwarna oranye.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Anggota sat Reskoba Polresta Samarinda yang telah berhasil mengungkap kasus narkoba. Jika sampai barang bukti tersebut lolos bagaimana nasib para generasi muda,” tegas Rido.

Sementara itu, dua orang tersangka yang ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu seberat 13 kilogram, Ra dan Br diminta pihak kepolisian untuk menumpahkan barang bukti yang dibawanya ke dalam alat blender yang telah disiapkan. Ra terlihat dengan tanpa beban memenuhi permintaan itu, bahkan terkesan santai saja melakukan pemusnahan Sabu-sabu yang nilainya ditaksir mencapai Rp19,5 Miliar.

Saat ditanyakan Wartawan kenapa terlihat tersenyum saja saat memusnahkan barang bukti itu, dengan santai dia menjawab bahwa dia tidak punya beban dengan pemusnahan itu. Karena mereka bukan pemilik, tapi hanya kurir atau orang suruhan dalam jaringan peredaran Narkoba itu.

“Biasa aja pak. Bukan punya saya. Saya cuma disuruh mengambil saja,” kata Ra. #

Wartawan: le/**Sur