Disiram Bensin dan Dibakar, Sejadah Ini Tak Dimakan Api

oleh -129 Dilihat

sajadah tahan api webSAMARINDA,BERITAKALTIM.com- Sejadah peninggalan almarhum Amiruddin benar-benar membuat Madan dan dua orang pemburu barang antik atau barang pusaka geleng kepala. Mereka bertiga tak habis pikir, bagaimana mungkin sejadah yang biasa digunakan sebagai lapak orang mengerjakan sholat itu tidak hangus dimakan api.
“Secara logika saya masih belum menerima dengan akal sehat,”ujar Madan usai menyaksikan langsung ketika sejadah tersebut dibakar.
Dua orang pemburu barang pusaka yang turut serta menyaksikan kejadian ini pun ikut terbengong-bengong. Ia pun mengaku bingung dan baru pertama kali melihatnya. Selama berburu barang pusaka belum pernah melihat secara langsung ada sejadah yang terbuat dari kain biasa tak bisa dimakan api alias anti terbakar. “Terus terang saya baru melihat ini dan ternyata asli,”pungkasnya.
Mereka bertiga kemudian mengambil sejadah itu usai dibakar dengan seliter bensin. “Asli, tak sedikit pun hangus dimakan api. Sejadah yang dibuat dengan jahitan tangan ini masih nampak utuh,”ujar madan yang sempat mengabadikannya lewat ponselnya.
Ketiganya pun terus mengamati sejadah yang sudah nampak usang itu dengan seksama. Sambil membolak-balikan kain sejadah berwarna keabuan, Madan tidak menemukan sedikit pun sejadah itu cacat dimakan api. Pertanyaan pun sempat terlontar dari mulutnya, dari bahan apa gerangan dibuat sejadah ini hingga tahan api,”ucapnya keheranan.
Karena masih penasaran ia pun mengambil korek api lalu kembali membakar serabut kain benang yang ada diujung sejadah itu, namun lagi-lagi tak jua mau terbakar. Serabut benang ini hanya nampak membara dan tak putus meskipun ditarik. setelah itu kembali normal seperti sedia kala.
Rasa penasaran Madan belum juga terjawab, ia kemudian mencabut sehelai benang serabut disejadah itu lalu membakarnya. Keanehan pun terjadi, serabut benang yang ia cabut dengan sekejab langsung disambar api. Kejadian ini kembali membuat Madan bersama dua orang pemburu barang pusaka bertambah heran. Mereka pun akhirnya berkesimpulan bahwa sejadah itu adalah barang pusaka yang memiliki kekuatan mistis dan tak dapat dijelaskan dengan akal sehat. Semua ini terjadi karena atas kehendak kuasa Allah SWT.
Kalau memang sejadah itu dibuat dari bahan anti api mengapa ketika dicabut dan dipisahkan dari induknya bisa terbakar. Ini berarti merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. “Saya kan hanya ingin mengetes saja dan memastikan apakah memang benar bahan kainnya yang anti api , tapi ternyata kan tidak,”ucap Madan.

Menurut pengakuan Rusdiansyah, ahli waris pemegang sejadah peninggalan almarhum Amiruddin yang akrab disapa Kanne Tembakau (Kakek Tembakau-red) konon sejadah ini sering digunakan beliau ketika mengerjakan sholat lima waktu.
Almarhum adalah seorang tokoh masyarakat yang disegani warga Kampung Baru Balikpapan. Semasa hidup beliau dikenal baik dan banyak memiliki anak angkat yang ia pelihara hingga dewasa menjadi orang sukses. Keseharian almarhum hanya berjualan tembakau di pasar, makanya orang-orang memanggilnya dengan julukan kai tembakau,”terang Rusdi kepada BERITAKALTIM.com, Sabtu (11/10) di kediamannya jalan Wahid Hasyim Sempaja, Samarinda Utara.
Sejadah ini ia warisi setelah kakeknya meninggal dunia. Awalnya dia pun tak mengerti kalau kain butut berbentuk sejadah yang sekarang ia pegang itu merupakan barang pusaka yang banyak diburu para kolektor luar daerah. Harganya pun bisa ditaksir hingga miliaran rupiah.
Rusdi mengaku sejadah ini bukan satu dua kali dites. bahkan dulunya pernah dites dimasukkan dalam sebuah tungku pembakaran pandai besi yang apinya sangat membara, anehnya besi meleleh sementara sejadah ini sedikitpun tidak hancur.
Sekalipun sudah nampak usang, kainnya terasa dingin bila dipegang meski habis dibakar. Mungkin karena sifatnya yang dingin itu sehingga tak mempan api. Selain itu ditengah sejadah ini juga ada tulisan ayat al Quran yang ditulis dengan tangan. “Saya juga tak bisa menjelaskan soal mengapa sejadah ini tak bisa dimakan api,”terang Rusdi sambil tertawa. #ib

No More Posts Available.

No more pages to load.