Sidang Penggelapan Dana KUR BRI Tenggarong Hadirkan 20 Saksi

oleh -157 Dilihat

ilustrasi korupsiTENGGARONG, BERITAKALTIM.com- Perkara dugaan penggelapan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2013 sekitar Rp 2 milyar lebih dan masih bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong dan menyeret Hermawan Aris sebagai terdakwa tersebut, proses persidangannya kini masih terkait mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Meskipun dalam  setiap persidangan saksi, terdakwa selalu membenarkan pernyataan atau keterangan para saksi alias diduga terdakwa telah mengakui seluruh perbuatanya, namun sepertinya majelis hakim harus memeriksa seluruh saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ditanyakan terkait proses persidangan perkara penggelapan dana KUR, JPU Kejari Kukar Achmad mengatakan persidangan terakhir masih mendengarkan keterangan saksi. “Masih memeriksa keterangan saksi-saksi, karena saksinya banyak, sekitar dua puluh orang saksi,” tuturnya pada BERITAKALTIM.com. Jumat (10/10/2014).

Ia pun belum dapat memastikan kapan proses penuntutan bakal dilakukan lantaran banyaknya saksi-saksi yang diajukan dipersidangan. “Habiskan pemeriksaan saksi-saksi dulu, itupun belum termasuk jika misalkan terjadi penundaan sidang, jadi kami sendiri belum bisa menentukan kapan sidang penuntutan dan sidang vonis digelar, karena prosesnya masih panjang,” tuturnya.

Seperti diketahui, Majelis Hakim PN Tenggarong yang diketuai Imelda Herawati telah beberapa kali menyidangkan perkara penggelapan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diduga dilakukan seorang Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tenggarong dan Cabang Mangkurangan, Kami lalu persidangan pun masih terkait pemeriksaan saksi. Terdakwa Hermawan Aris diduga menggelapkan dana KUR Tahun 2013 sekitar Rp 2 milyar lebih.

Sedikitnya delapan puluh (80) proposal pengajuan Kradit Usaha Rakyat (KUR) yang diduga fiktif, menjadi dasar penyidikan pihak Kejakaan Tinggi (Kejati) Kaltim hingga mengantarkan terdakwa Hermawan Aris selaku Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) CabangTenggarong dan Mangkurawang, Kutai Kartanegara (Kukar) ke meja hijau.#pul

No More Posts Available.

No more pages to load.