BeritaKaltim.Co

Terasi dan Ikan Gabus Bisa Jadi Produk Unggulan

11ikangabus2SAMARINDA,BERITAKALTARA.com- Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kaltim Ali Hamdi mengusulkan agar ikan gabus atau ikan haruan dan terasi Berau didorong
menjadi produk unggulan Kaltim.

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan antara Komisi II DPRD Kaltim dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim beberapa waktu lalu. Kata dia, ikan haruan yang terbilang murah dan cukup populer di Kaltim, bisa dijadikan produk unggulan ekspor.

“Enzim dari ikan haruan itu sangat baik dan bisa digunakan untuk kebutuhan pengobatan seperti gagal ginjal serta penyembuhan luka dalam maupun setelah operasi.
Saat ini masyarakat di daerah Hulu Mahakam sana sedang membudidayakan ikan tersebut. Disperindakop harusnya dapat memanfaatkan peluang bisnis ini,” katanya.

Terlebih kasiat albumin pada ikan haruan juga baik untuk pertumbuhan anak. Albumin merupakan plasma protein tubuh yang jumlahnya separuh dari total protein tubuh.
Karena menjadi plasma protein, maka peranan albumin sangat vital mulai dari pembentukan jaringan sel baru, penyusunan struktur sel, antibody, enzim hingga hormon.

Albumin inilah yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak.Tidak hanya ikan haruan, Politikus PKS ini menambahkan, industri rumahan seperti terasi di Berau juga harus diberi ruang untuk perluasan produksinya.

Kualitas dan penggunaan bahan baku produk terasi di kawasan pesisir pantai di Kabupaten Berau dinilai paling baik. Karena itu, banyak produsen terasi di luar daerah yang mengincar bahan baku dari daerah ini.

“Terasi Berau tersebut sebenarnya bisa menjadi produk unggulan Kaltim asal ada campur tangan, perhatian dan pembinaan pemerintah daerah,” imbuhnya.

Sehingga kata dia, hasil laut dari Kabupaten Berau berupa udang yang menjadi bahan baku pembuatan terasi tersebut bisa benar-benar menjadi produk unggulan asal Kaltim, dan menggunakan merk Terasi Berau, bukan terasi dengan merk lain yang saat ini beredar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim hingga mencapai Pulau Jawa.

Dikatakannya, bahwa sebenarnya peluang untuk bisa memproduksi terasi Berau dengan skala besar sangat terbuka.

Sebab, setelah dilakukan ranking terhadap beberapa komoditas oleh Diperindagkop, ternyata produksi perikanan Berau yang paling memiliki potensi besar di banding daerah lain di Kaltim.
Terutama soal kualitas dan penggunaan bahan baku berupa terasi.

Memang ada keunggulan dan bahkan produksi yang dihasilkan sudah berhasil merambah ke pusat perbelanjaan yang besar. Keunggulan yang dimiliki oleh nelayan pengolah terasi, bahan bakunya murni adalah udang tanpa ada campuran sedikit pun bahan lain, seperti ikan. Inilah yang membuat warna maupun rasa yang lebih baik dari produk
terasi dari luar daerah manapun.

“ini artinya produk terasi Kabupaten Berau memiliki peluang pasar yang besar dan terbuka. Termasuk bisa memasok ke pusat perbelanjaan besar di luar daerah maupun luar provinsi. Tantangannya, bagaimana membuat kemasan dan proses pengolahan yang lebih baik dari yang dilakukan saat ini,

” tuturnya. Di sinilah diharapkan kepada Diperindagkop Kaltim maupun Kabupaten Berau untuk memberikan bimbingan teknis bagimana mengolah udang menjadi produk akhir.
Sehingga nelayan bisa mengolah dan mendapatkan nilai tambah dari proses tersebut. (adv/lin/oke)

Teks foto: ikan gabus

Leave A Reply

Your email address will not be published.