BeritaKaltim.Co

Gantikan Pertambangan, Dukung Program Agrobisnis

19kebun nenas webSAMARINDA,BERITAKALTIM.COM – Sebagai daerah dengan sumber daya alam melimpah, Kaltim juga dikenal sebagai paru-paru dunia karena luasan hutan dan secara geografis menjadi surga sector pertanian. Sayangnya potensi tersebut masih kurang dioptimalkan. Kaltim sampai saat ini masih bertumpu pada bidang pertambangan yang menjadi ujung tombak penyumbang pendapatan daerah bahkan nasional terbesar.
Terkait itu Ketua Komisi II DPRD Kaltim Edy Kurniawan mengatakan rencana pemerintah untuk menciptakan kawasan agrobisnis di sejumlah daerah di Kaltim akan menjadi salah satu tonggak kebangkitan usaha pertanian sehingga dimasa depan mampu menjadi penopang perekonomian.
“Program yang sangat baik dan harus mendapat dukungan. Sebab kondisi Kaltim, banyak lahan potensial yang kurang dimaksimalkan karenanya apabila program ini mampu dilaksanakan dengan optimal maka hasilnya akan sangat baik bagi Kaltim,“ kata Edy.
Rencana pelaksanaan program tersebut dinilai potensial dibeberapa kabupaten/kota, hendaknya melibatkan pemerintah daerah setempat agar program pemerintah provinsi itu bisa sejalan. “Bayangkan kalau ini bisa saling bersinergi dengan program daerah baik anggaran maupun pelaksanaannya, hasilnya pasti maksimal,“ harap Edy.
Lebih rinci, Edy mengatakan program agrobisnis yang dimaksud adalah penetapan suatu wilayah yang di dalamnya fokus pada bidang pertanian termasuk di dalamnya peternakan dan perikanan yang disesuaikan dengan kondisi alam masing-masing kawasan.
“Misalkan ada 100 hektare di kabupaten A, itu dikembangkan tanaman buah naga. Ttidak hanya disitu tetapi diatur juga agar ada tambak atau kolam ikannya, bahkan jenis tanaman lain yang ideal jika disandingkan dengan buah naga namun tidak memakan banyak lahan. Dan ini terus berlangsung secara berkesinambungan,“ beber Edy.
Politikus asal PDIP itu menyebutkan program ini direncanakan dimulai pada tahun ini, dan dewan akan mendukung melalui memperjuangkannya agar mendapat alokasi anggaran yang ideal serta membantu mengkoordinasikannya kepada pemerintah kabupaten/kota.
Kendati demikian, sebelum memulai program ini dewan meminta agar perencanaanya dilakukan dengan matang, termasuk dimulai dengan melakukan pemetaan mana saja daerah yang bisa melaksanakan program ini hingga melibatkan unsur akademisi maupun pihak yang memang berpengalaman dibidang agrobisnis.
“Selama ini hanya beberapa daerah di Indonesia yang pemerintahnya konsen terhadap pengembangan bidang agrobisnis, contohnya Provinsi Jawa Barat yang memang selain kondisi alamnya mendukung juga dibarengi dengan kesadaran masyarakat akan bidang usaha yang selalu bisa berkesinambungan tanpa harus khawatir akan habis sebagaimana pertambangan di Kaltim,“ kata Edy. (adv/bar/dhi/oke)

Teks foto: 19agrobisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.