BeritaKaltim.Co

Perlu Regulasi Perlindungan Pasar Tradisional

20PASAR TRADISIONAL(SAPOS) webSAMARINDA,BERITAKALTIM.COM. Anggota Komisi II DPRD Kaltim Suterisno Thoha menyatakan bahwa Kabupaten/Kota di Kaltim perlu memiliki regulasi yang mengatur tentang perlindungan pasar tradisional maupun toko-toko kelontong milik masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan antara Komisi II DPRD Kaltim dengan Disperindakop dan UMKM Kaltim beberapa waktu lalu.
Suterisno mengatakan keberadaan pasar tradisional saat ini mulai tergusur oleh pasar-pasar modern yang menawarkan keuntungan sistem waralaba.. Sayangnya, hingga saat belum ada regulasi yang jelas dalam melindungi pedagang yang tergolong kelompok usaha kecil.
“Minimarket waralaba modern kini semakin menjamur dan mengancam Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). Kondisi itu harus disikapi bijak pemerintah,” ucapnya.
Regulasi itu kata politikus Gerindra ini dimaksudkan untuk melindungi aktivitas para pedagang. Agar jangan sampai terus terdesak dengan pasar modern.
Sebab jika kondisi ini terus dibiarkan maka lambat laun akan mematikan pasar tradisional dan usaha dengan modal kecil.
“Perlu ada regulasi tentang keberadaan pasar modern, baik mengenai jumlahnya dan juga jaraknya dari pasar tradisional. Agar pasar tradisional bisa terlindungi,” katanya.
Selain regulasi, pemerintah juga perlu meningkatkan fasilitas dan kualitas pasar-pasar tradisional agar semakin nyaman dikunjungi masyarakat. Disamping membuat regulasi untuk menekan jumlah pasar modern. Dari itu pemerintah diminta mengontrol izin pasar modern.
“Minimarket waralaba modern banyak dikunjungi masyarakat karena tempatnya nyaman. Untuk itu kita juga harus membuat pasar tradisional menjadi wadah belanja yang nyaman untuk dikunjungi,” imbuhnya. (adv/lin/dhi/oke)

Teks foto: 20pasar
BISA MENAWAR: Pasar tradisional harus dilindungi dari serbuan minimarket atau supermarket waralaba yang menjamur di Kaltim.

Leave A Reply

Your email address will not be published.