BBM Turun, Dewan Imbau Pedagang Sembako Sesuaikan Harga

oleh -90 Dilihat
SPBU D i Tanjung Selor
SPBU D i Tanjung Selor

TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Sudah sepekan pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Rp6.600. Namun, harga kebutuhan pokok tak ikut turun. Imam Bukhori, anggota Komisi III DPRD Bulungan, mengatakan seharusnya harga sembako di pasaran mengikuti penurunan harga BBM tersebut.

“Harusnya disesuaikan, kalau harga BBM sudah turun lagi, ya barang-barang di pasaran juga harus menyesuaikan,” ujarnya saat dijumpai di ruang kerjanya, kemarin (26/1/2015).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga mengharapkan, tidak ada pihak-pihak yang dengan sengaja mengambil celah dan memanfaatkan ketidakstabilan harga BBM yang diberlakukan pemerintah. Masih berlakunya harga lama tersebut, tentu membebani masyarakat dalam mendapatkan sembako.

Terlebih, pemerintah sudah menyatakan harga BBM bakal disesuaikan secara berkala dengan mengikuti harga minyak dunia. “Kita harapkan tidak ada pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan,” tegasnya.

Dari pantauan, harga sembako di Pasar lnduk Tanjung Selor, bukannya mengalami penurunan, malah beberapa di antaranya makin mahal, seperti telur, dan bawang merah. Para pedagang juga membenarkan harga kebutuhan pokok yang terus naik.

Mereka mengaku kenaikan harga tersebut dari pemasok atau agen. “Karena dari sananya sudah naik, ya mau nggak mau kita naikkan juga,” kata Marni, salah seorang pedagang sembako, kemarin (26/1/2015).

Sementara untuk harga minyak goreng kemasan masih tetap sama, Rp16 ribu per liter. Minyak goreng kemasan biasa (asal Tawau, Malaysia) berkisar Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per liter. Harga telur ayam sekarang Rp45 ribu per piring dari sebelumnya seharga Rp40 ribu. Kemudian harga bawang merah dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram (kg), naik menjadi sekitar Rp35 ribu per kg.

“Kenaikannya sudah sejak seminggu. Kalau bawang stok lama masih kami jual Rp28 ribu per kilo. Kalau stok baru Rp35 ribu,” ungkap Nasir, pedagang lainnya.

Beberapa komoditas lain belum juga mengalami penurunan harga, setelah harga BBM turun per 19 Januari lalu. “Harga beras masih Rp 120 ribu per karung isi 10 kg. Kalau yang isi 20 kilo Rp200 ribuan lebih. Tepung terigu Rp8 ribu yang biasa, kalau yang bermerek Rp13 ribu per kilo. Gula pasir tetap Rp13 ribu per kilo,” kata Asmah, pedagang sembako. #adv

No More Posts Available.

No more pages to load.