Dewan Soroti Perusahaan Perkebunan Serobot Lahan Warga

oleh -99 Dilihat
Rapat DPRD Kabupaten Bulungan bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membahas masalah konflik lahan perkebunan
Rapat DPRD Kabupaten Bulungan bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membahas masalah konflik lahan perkebunan

TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM — Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bulungan masih belum memberdayakan masyarakat lewat pemberian plasma. Bahkan, tak sedikit warga yang mengadukan lahannya diserobot perusahaan.

Hal itulah yang disampaikan beberapa anggota DPRD Kabupaten Bulungan di hadapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas Pertanian, Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Bulungan dan Bagian Ekonomi pemerintah kabupaten.

Dalam hearing yang digelar kemarin, Elia Djalung Manurip, politisi asal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengatakan, dirinya turut menjadi korban penyerobotan lahan oleh PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP). Lahannya seluas 10 hektare yang berlokasi antara Binai dan Tanah Kuning tersebut, setengahnya sudah menjadi milik perusahaan.

“Saya dengar itu sekitar 2 minggu lalu, memang belum saya cek ke sana. Artinya, saya juga jadi salah satu korban. Padahal, lahan itu sudah ada tanamannya dan ada surat-surat lengkap langsung dari kecamatan. Tapi akhirnya, separuh dari itu malah diambil mereka. Sudah di-plot katanya,” tutur Sekretaris Komisi II tersebut.

Tak hanya itu, ia juga menyebut kasus penyerobotan lahan pada 2013 lalu di Kampung Long Tungu, Kecamatan Peso, pun akhirnya mengorbankan warga bernama Wilem. Pria itu dipenjara karena menebang 40 pohon sawit yang ditanam PT Gawi Plantation. Padahal, menurut pengakuan Reliati Bain, istrinya, pohon itu ada di lahan mereka. Anak perusahaan Wings Group itu, menggarap lahan warga yang diakui sudah dibeli.

Meski warga setempat tak pernah mengakuinya sebab tak ada bukti jual beli. Namun, karena perusahaan tersebut terus menyerobot lahan dengan tetap menanamnya, maka warga pun tak terima. Salah seorang di antaranya, Wilem pun nekat menebang pohon sawit tersebut.

Sedangkan Masnur Anwar, Ketua Komisi I DPRD Bulungan juga menyebutkan jika pihaknya sudah sering mendapat keluhan dari warga. Salah satunya dari warga Kecamatan Sekatak. Di sana, masyarakat hanya dijanjikan pemberian plasma sebanyak 2 hektare per kepala keluarga oleh PT Sajau Makmur, akan tetapi hingga saat ini, hal itu belum terealisasi.

“Maka, nanti kami sangat berharap jika ada informasi detail terkait berapa perusahaan dan berapa luasan kebun plasma yang diberikan ke masyarakat. Harus ada kejelasan, jangan hanya ditunjukkan. Karena mereka juga mengaku tidak mengetahui plasma mereka yang mana,” tutur politisi asal Partai Persatuan Pembangunan itu.

Menurutnya, Dinas Penanian wajib menginventarisasi semua perusahaan perkebunan yang ada beserta perkembangan tiap tahunnya. Seharusnya, dari studi banding yang dilakukan di Kabupaten Berau dengan persoalan serupa, akan lebih baik jika masyarakat diikutsertakan, terutama untuk masalah lahan.

“Untuk masalah lahan, seharusnya jangan ngomong saja. Tapi bagaimana inisiatif untuk menyelesaikan. Pasti masyarakat setempat juga tahu mana yang memang lahan di daerah masing-masing,” timpal Amsal Anwar, Ketua Komisi II DPRD Bulungan itu.

Dari berbagai permasalahan, menurut anggota Komisi II Kilat, perusahaan asal main “gosok” tanpa mengindahkan masyarakat. Buktinya, hingga saat ini permasalahan belum usai. Sehingga, tak hanya dirugikan, masyarakat seolah hanya menjadi penonton aktivitas perusahaan yang beroperasi di sekitar mereka. Sedangkan Karsim Al Amrie, Ketua Badan Legislasi DPRD Bulu-ngan menambahkan, seharusnya TP3K yang telah dibentuk, wajib berperan aktif menunaikan kewa-jibannya terkait permasalahan itu. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupa-ten Bulungan Muhammad lqbal menjelaskan, sekitar 3 ribu Surat Keputusan Bupati bakal diberikan kepada masyarakat Yang masing-masing menerima setidaknya 2 hektare. Sedangkan untuk perkebunan yang ada di Bulungan sendiri, disebutkannya ada 24 perusahaan. #adv

No More Posts Available.

No more pages to load.