Empat Pengurus DPP KNPI Dinonaktifkan

oleh -151 Dilihat

KNPI KhoiSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Akibat kisruh di tubuh DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Timur (Kaltim) berimbas ke pusat. Empat pengurus DPP KNPI dinyatakan nonaktif karena terlibat dalam kisruh dualisme KNPI di Kaltim.

Kekisruhan itu bermula saat Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Yunus Nusi menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa KNPI Kaltim  beberapa waktu lalu. Alasannya, Ketua DPD KNPI Kaltim Khoiruddin dianggap melanggar konstitusi dan wajar untuk diganti.

Hasil musyawarah luar biasa itu memutuskan Dayang Donna Faroek, putri Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, sebagai ketua. Hasil ini diklaim legal karena dihadiri oleh perwakilan DPP KNPI Kaltim.

Tentu saja, kubu Khoiruddin berang. Dia pun mengadukan persoalan ini ke DPP KNPI dan langsung mendapat respon.

“Hasilnya, DPP KNPI menggelar rapat pleno dengan memutuskan lima poin. Salah satu poinnya adalah menetapkan Provinsi Papua sebagai tuan rumah kongres pemuda tahun 2015. Poin lainnya diputuskan jika menolak usulan penetapan pengurus hasil Musprovlub,” kata Wakil Ketua KNPI Kaltim, Arif Rahman Hakim, Rabu (28/1/2015).

Dalam rapat pleno itu, sambung Arif, juga diputuskan jika struktur kepengurusan hasil Musprov KNPI Kaltim tahun 2013 yang menetapkan Khoiruddin sebagai ketua masih sah. Untuk membuktikan keputusan itu, Arif yang didampingi Ketua DPD II KNPI Kota Samarinda Harman Al Idrus, memutar video saat Ketua DPP KNPI Taufan EN Rotorasiko membacakan hasil keputusan rapat pleno DPP KNPI.

Selain itu, DPP KNPI juga menonaktifkan empat pengurus yang hadir dalam Musprovlub yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim itu. Keempatnya adalah Junianto Simanjuntak, Khoir Syarifuddin, Rudolfus J Paskalis, dan Edi Supriyadi. Keputusan ini dibuat pada 23 Januari 2015 lalu, ditandatangani Taufan dan Wakil Sekretaris DPP KNPI Safaat Perdana.

“Dari keputusan ini, sudah jelas jika DPD II KNPI Kaltim yang sah adalah yang dipimpin oleh saudara Khoiruddin. Tak perlu ada perdebatan lagi,” tegas Arif.

Akibat dualisme ini, sempat terjadi ketegangan di Graha Pemuda, sekretariat KNPI Kaltim, beberapa waktu lalu. Salah satu kubu berupaya merebut graha ini. Sedangkan kubu yang lain berusaha bertahan.

Bentrokan nyaris saja terjadi jika aparat kepolisian dari Polresta Samarinda dan Brimob Polda Kaltim, dibantu personel TNI, terlambat mengamankan situasi. Hingga kini, belum ada titik temu dari dualisme. Kubu Yunus Nusi masih menganggap, belum ada penetapan dari DPP KNPI soal kisruh ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.