Kaltim Harus Waspada DBD

oleh -85 Dilihat

27yahya anjawebSAMARINDABERITAKALTIM.com – Pada awal 2015 beberapa daerah di Tanah Air termasuk sebelas daerah di Provinsi Jawa Timur telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Status KLB tersebut ditetapkan menyusul tingginya jumlah penderita penyakit DBD hingga menyebabkan kematian.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Yahya Anja meminta agar masyarakat Kaltim turut mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Dengan cara mengenal gejala penyakit DBD, mencegah, dan menanggulanginya dengan baik.
Gejala awal DBD adalah demam tinggi mendadak yang berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakkan bola mata, dan nyeri punggung. Kadang disertai tanda-tanda pendarahan serta pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, shock, hingga kematian.
“Bila terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala penyakit tersebut, diimbau segera membawa ke sarana kesehatan,” imbaunya.
Sementara itu untuk pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan di dalam maupun luar rumah. Antara lain memberantas sarang dan jentik-jentik nyamuk.
Menurutnya, musim hujan yang terjadi di awal tahun ini berpotensi membuat penderita DBD meningkat. Hal tersebut terjadi karena peningkatan jentik pada masa pancaroba (peralihan dari kemarau ke penghujan) yang disebabkan banyaknya genangan air hujan yang menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.
“Pencegahan demam berdarah yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” tuturnya.  (adv/lin/oke)

Teks foto: yahya anja

No More Posts Available.

No more pages to load.