Laporkan Jika Tagihan Janggal

oleh -108 Dilihat

27jahidinTKSAMARINDA,BERITAKALTIM.COM – Masyarakat Kaltim kembali menjadi korban kerugian oleh oknum pemerintah yang tak bertanggung jawab. Kali ini, di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu penyedia kebutuhan air bersih bagi masyarakat melakukan penipuan dengan melakukan manipulasi data rekening (pembayaran) pelanggan.
Kejadian ini membuat Anggota Komisi I Jahidin yang juga mantan perwira kepolisian sekaligus pengacara geram. Pasalnya, kegiatan manipulasi dana pembayaran oleh satuan kerja pemerintahan tersebut turut mencoreng nama seluruh institusi pemerintah lainnya. Masyarakat terlanjur skeptis akan kejadian ini. Otomatis merebak persepsi seluruh jajaran pemerintah melakukan hal yang sama dalam pengelolaan uang masyarakat.
“Hal ini tidak bisa dibenarkan. Oknum yang terbukti bersalah harus dihukum sesuai undang-undang. Jika perlu usut tuntas seluruh kejadian. Agar oknum-oknum lain yang ikut melakukan kegiatan tersebut juga mendapat ganjaran,” kata Jahidin.
Menurut media lokal, penyelewengan dana yang dilakukan yakni dengan cara pemalsuan data laporan keuangan dan pembengkakan iuran pembayaran konsumen. Besarnya biaya yang dibayar oleh pelanggan tak seluruhnya masuk ke kas daerah. Beberapa persen yang dikantongi oleh oknum nakal tersebut jumlahnya sangat besar karena disinyalir kegiatan penyelewengan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun silam.
“Kejadian penyelewengan seperti ini kerap kali terjadi di beberapa perkantoran.  Hal ini menjadi bukti, bagaimana mudahnya beberapa orang tergiur akan pendapatan yang besar. Sehingga melakukan cara-cara yang tentu saja merugikan masyarakat dan negara,” kata Jahidin.
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengatakan, masyarakat tak pernah mengira jika pembengkakan telah terjadi pada iuran yang mereka bayarkan di tiap bulannya. Sejumlah Rp 5 ribu hingga 20 ribu yang ikut ditambahkan oknum nakal ini pada tiap periode pembayaran, dirasa tak terlalu besar. Sehingga banyak masyarakat yang tak tahu jika tagihan penggunaan air mereka telah dimanipulasi.
“Saya harap, masyarakat lebih teliti lagi soal pembayaran semacam ini. Baik itu instansi pemerintah ataupun swasta. Jika merasa ragu, laporkan segera kepada pihak berwajib. Jangan sampai kejadian seperti ini dibiarkan, dan membuat kita semua dirugikan,” kata Jahidin. (adv/tos/oke)

Teks foto: 27jahidin

No More Posts Available.

No more pages to load.