Perlu Kehati-hatian Susun Perda Adat

oleh -72 Dilihat
DPRD Bulungan Masnur Anwar
DPRD Bulungan Masnur Anwar

TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Naskah akademis Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait pengakuan dan perlindungan masyarakat adat, diprediksi dapat rampung Februari mendatang. Anggota Badan Legislasi Daerah (Banlegda) DPRD Bulungan Masnur Anwar, mengatakan kajian lebih dalam sangat dibutuhkan dalam penyempurnaan peraturan tersebut.

“Saat ini masih dalam tahap pengkajian, karena peraturan itu menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga perlu kehati-hatian dalam penyusunannya,” ujar wakil rakyat asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Sedangkan, Yan Ngau, anggota dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam kesempatan terpisah menuturkan, pihaknya terus mendorong agar bisa segera dibahas di tingkat legislatif.

“Sekarang masih penelitian, nanti kita harap naskah akademik sudah ada bulan 2, dan setelahnya baru bisa dilakukan pembahasan oleh dewan. Kita mengusahakan secepatnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Aliansi Pendukung Perda Perlindungan Hak Masyarakat Adat tersebut.

Ditambahkannya, perda tersebut bakal memberikan hak masyarakat setempat, mengatur izin pertanahan khususnya hutan adat, dan yang paling penting adalah kontribusi perusahaan sawit dan batu bara dalam pembangunan daerah. Misalnya, bisa membuat badan usaha milik desa ataupun koperasi yang dikelola masyarakat sekitar perusahaan yang beroperasi tersebut.

“Karena untuk perusahaan sawit dan batu bara ini ‘kan yang pegang izin memang orang-orang kita, akan tetapi pemegang sahamnya mayoritas dari luar. Ada dari Singapura, dan dari Malaysia,” sebutnya. #adv

No More Posts Available.

No more pages to load.