Rekomendasi Ganti Kepala Kantor Penghubung dan Anjungan Kaltim

oleh -134 Dilihat

OLYMPUS DIGITAL CAMERASAMARINDA,BERITAKALTIM.com – Hasil rapat Komisi IV membahas tentang rencana mengembalikan bentuk asli bangunan Anjungan Kaltim pada Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta yang menuai kekecewaan mendalam. Akhirnya
Alhasil direkomendasikan untuk mengusulkan penggantian pimpinan Perwakilan Kaltim di Jakarta. Di antaranya Kepala Kantor Penghubung Kaltim, Pimpinan Anjungan Kaltim di TMII dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek renovasi Anjungan Kaltim.
Tanpa dihadiri Nurlimasyah Kepala Kantor Penghubung dan Pimpinan Anjungan Kaltim Novarita, rapat yang semestinya dihadiri keduanya digelar di Gedung D DPRD Kaltim, Selasa (13/1) lalu.
Rapat membahas beberapa detail temuan hasil sidak kunjungan Anggota Komisi IV ke Anjungan Kaltim tersebut. Ketua Komisi IV Zain Taufik Nurrohman, saat memimpin rapat memaparkan kesepakatan dalam forum terkait penggantian pimpinan tersebut.
“Manajemen TMII sendiri telah menyurati Kepala Kantor Pengubung Kaltim terkait renovasi yang dinilai banyak penyimpangan dari syarat-syarat dan ketentuan peraturan serta etika dan estetika keaslian budaya Kalimantan Timur,” ungkap Zain.
Lebih lanjut disampaikan rehab atau renovasi yang tidak menyampaikan desain kepada manajemen TMII serta tidak adanya koordinasi dan konsultasi dengan pihak yang semestinya dapat mengawal tahapan renovasi demi mempertahankan keaslian.
Hal ini menjadi nilai minus tersendiri dan dinilai menyalahi keaslian budaya Kaltim. “Kaltim ‘kan terdiri dari beberapa budaya asli dari suku-suku asli seperti Dayak, Kutai, Banjar, Bulungan. Di satu sisi renovasi selesai dilakukan, namun mengembalikan keaslian adalah keharusan. Apalagi ini juga akan mempengaruhi penilaian UNESCO,” urai Zain.
Dalam pertemuan yang dihadiri Biro Perlengkapan Kaltim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Dinas Pariwisata Kaltim, dan tokoh adat Kaltim Elisason, mitra Komisi IV ini juga memaparkan beberapa kronologis hingga Anjungan Kaltim direnovasi namun menyimpang dari ciri khas Kalimantan Timur.
Oleh karena itu, rapat yang diikuti pula oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Yahya Anja, Sekretaris Rita Artaty Barito dan Anggota Mursidi Muslim, Safuad, Hermanto Kewot dan Rama Alexandre Asia secara tegas menolak hasil renovasi Anjungan Kaltim.
“Detail bahan serta penempatan barang-barang harus dilaksanakan dengan benar. Keaslian tidak boleh diabaikan, berapapun biayanya demi mengembalikan keaslian. Seperti atap yang semestinya dari sirap, kayu ulin serta bahan bangunan lainnya pondasi harus sesuai,” ucap Rama. (adv/lia/oke)

Teks foto: 15gantiTK

No More Posts Available.

No more pages to load.