SAMARINDA,BERITAKALTIM.com – Ketua Komisi III DPRD Kaltim, berpendapat perjuangan otonomi khusus (Otsus) Kaltim tidak bisa diraih jika hanya bermodalkan argumentasi. Tuntutan otsus harus disertai dengan dana.
Sebab banyak hal yang membutuhkan biaya dalam memperjuangkan otsus tersebut. Salah satunya memberangkat elemen masyarakat ke Jakarta untuk menyuarakan tuntutan otsus kepada pemerintah pusat.
Dana yang digunakan untuk membiayai perjuangan otsus tersebut harus dari kalangan masyarakat. Pasalnya dari rapat konsultasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dengan DPRD Provinsi Kaltim beberapa waktu lalu terungkap bahwa APBD Kaltim tidak bisa digunakan untuk mendanai otsus.
“Tidak bisa kalau hanya modal liur. Harus ada pitis (bahasa Kutai: uang),” kata Dahri.
Menurut politikus Partai Golkar ini, seluruh elemen masyarakat harus berpartisipasi mendonasi untuk membantu perjuangan otsus. Terlebih bagi pengusaha yang selama ini menikmati sumber kekayaan alam Kaltim.
Untuk itu penggalangan dana, atas inisiatif Pemprov Kaltim untuk membiayai otsus gerakan Rp 2 ribu per orang harus disosialisasikan ke masyarakat.
Sebab dia menilai dalam perjuangan otsus ini dukungan masyakarat adalah yang paling utama.
“Seluruh masyakarat Kaltim bisa memberikan bantuan. Terutama pengusaha yang bergerak di sektor sumber daya alam Kaltim,” ucapnya. (adv/lin/oke)
Teks foto: dahri yasin
Trending
- Gunung Semeru erupsi disertai awan panas
- Pemancing Tak Sadarkan Diri di Selat Makassar Berhasil Diselamatkan Tim SAR Balikpapan
- Gempa 6,3 magnitudo guncang Jepang, tanpa peringatan tsunami
- Kebakaran Hebat Bikin Panik Warga Graha Indah Balikpapan Utara
- Korban tewas kecelakaan bus ALS di Muratara bertambah satu
- Massa Aksi Bertahan di Kantor DPRD Kaltim, Tunggu Hasil Rapat Hak Angket
- Ratusan Mahasiswa Desak DPRD Kaltim Segera Putuskan Hak Angket
- Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 900 meter
- Korban kecelakaan kereta api di Bekasi dievakuasi ke RS
- Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Kantor SAR kerahkan tim ke lokasi