Banjir Berdampak Buruk pada Fasilitas Umum

oleh -63 Dilihat

2ahmad-rosyidiwebSAMARINDA,BERITAKALTIM.com – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Achmad Rosyidi menyampaikan banjir yang terus terjadi di Samarinda telah mengakibatkan kerusakan dan dampak negatif yang semakin parah. Terutama pada fasilitas umum. Salah-satunya adalah banjir yang kerap terjadi di daerah simpang empat Mall Lembuswana yang mengakibatkan genangan air di daerah RSUD Abdul Wahab Syahrani (AWS) yang semestinya harus selalu bersih.
Menurutnya ketidakseriusan Pemkot Samarinda dalam mengatasi masalah banjir yang sudah sekian tahun ini salah-satunya bisa dilihat dari munculnya banyak program yang tidak ada korelasinya dengan masalah peminimalisiran banjir tersebut. Seperti proyek taman besar-besaran di sepanjang Tepian Mahakam saat ini.
“Sampai kapan masalah banjir di Samarinda ini akan dibiarkan semakin parah. Dengan posisi Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kaltim mestinya masalah banjir harus mendapat skala prioritas. Kita cukup malu melihat ibu kota provinsi kita seperti saat ini. Sampah dimana-mana, lalu-lintas yang “semrawut” ditambah kondisi masyarakatnya yang tidak peduli pada lingkungan sekitarnya,” ucapnya.
Politikus PPP ini menguraikan bahwa masyarakat Samarinda saat ini belum dan bahkan tidak memerlukan proyek lampu-lampu lampion besar-besaran di sepanjang Tepian Mahakam yang sedang dikerjakan saat ini. Apalagi PLN kita saat ini masih sering byar-pet. Masyarakat perlu solusi dan ketegasan yang serius mengatasi banjir di sana-sini. Peninggian jalan di beberapa daerah rawan banjir yang sudah dilakukan bukan solusi yang tepat. Itu hanya solusi sesaat. Akibatnya malah rumah-rumah masyarakat disekitar jalan yang ditinggikan menjadi korban semakin tenggelam.
“Cepat ataupun lambat jalan-jalan yang sudah ditinggikan tersebut akan tergenang banjir lagi karena solusi perbaikan saluran air sampai ke hilir tersebut tidak terintegral tapi parsial,” urainya.
Belum lagi pengupasan dan pembukaan lahan baru tidak diperketat izinnya. Daerah-daerah yang mestinya menjadi daerah resapan air semakin sedikit.
“Hal-hal seperti ini jika semakin merajalela bukan hal yang mustahil ibu kota Provinsi Kaltim akan tenggelam, na’udzubillaahi min dzalik,” imbuhnya.
Dengan berbagai macam permasalahan yang cukup komplek tersebut, ia menyatakan, masih layakkah Kota Samarinda sebagai Ibukota Kaltim? Perlukah dipindah ke kota atau kabupaten yang lebih layak di Kaltim ? (adv/lin/oke)

Teks foto: achmad Rosyidi

No More Posts Available.

No more pages to load.