Loa Kulu Hasilkan Cabe Keriting

oleh -185 Dilihat

suasana panen di tengah Mujiyono petani cabe kanan memetik cabeTENGGARONG, BERITAKALTIM.COM- Meski harga bahan pokok di pasar tradisional melonjak, nyatanya masih banyak petani yang menuai hasil dari menaman Cabe Keriting. Salah satunya Mujiyono, petani asal Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara.

Di lahan seluas seperdelapan hektar inilah, seorang petani Cabe Keriting memanen tanamannya. Dengan disinari terik panasnya matahari, ia tetap semangat memetik buah pedas tersebut.

Mujiyono, petani Cabe keriting ini mengatakan, masa penyemaian bibit hingga panen diperlukan waktu 60 hari, untuk siap dipasarkan. Menurutnya, dalam satu kali panen bisa menghasilkan satu setengah kwintal buah Cabe Keriting, dengan luasan empat borong atau seperdelapan hektar lahan.

Mujiyono menambahkan, untuk pemasaran sasarannya adalah pasar-pasar tradisional, yakni Tenggarong, Samarinda, Loa Janan serta Kota Bangun. Ia juga mengemukakan, harga jual Cabe Keriting tersebut Rp32.000 per-kilo.

Petani cabe yang akrab dipanggil Muji ini mengatakan, untuk pembelian bibit cabe ia dapatkan di Tenggarong dan Loa kulu, dengan harga Rp130.000,- per bungkus. Untuk penyemaian bibit ia bisa menghabiskan dua bungkus yang menghasilkan panen satu setengah kwintal Cabe Keriting per 60 hari.

Berada di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa kulu, Kutai Kartanegara, lahan seluas seperdelapan hektar ini juga bisa dinikmati sensasi pemandangannya dari Desa Wisata Taman Arum.#fai83

No More Posts Available.

No more pages to load.