Tarik Uang Konglomerat di LN, Jokowi Diminta Keluarkan Amnesti Pajak

oleh -59 Dilihat

jokowi dan jk webSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Inilah rencana Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk menarik kembali uang para konglomerat Indonesia yang banyak parkir di bank luar negeri. Pemerintah merencanakan pemberian amnesti pajak untuk memikat investor dan perusahaan kembali memasukkan uangnya ke negeri sendiri.

Dengan pemberian amnesti pajak itu, uang yang disimpan di Singapura dan negara-negara lain di luar negeri dapat dipulangkan ke Indonesia tanpa membayar pajak. Kebijakan itu sekaligus menjadi salah satu cara merealisasi janji Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan PDB Indonesia dari sekitar 5 persen sampai 7 persen. Apalagi Indonesia banyak membutuhkan modal untuk membangun pelabuhan, kereta api dan kawasan industri.

Wacana amnesti pajak sudah dihembuskan Anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait, akhir Januari 2015 lalu di Jakarta. “Saya minta kali ini dipertimbangkan bikin tax amnesty. Kalau setuju ada, tinggal dibikin payung hukumnya. Karena dengan itu, uang-uang yang selama ini dilarikan ke negara ketiga, bisa kembali,” ujarnya.

Politisi PDIP itu memperkirakan jumlah uang yang parkir di luar negeri dan bisa ditarik kembali ke Indonesia dengan kebijakan itu berkisar Rp 1.000 triliun-Rp 1.500 triliun. Seandainya ada kebijakan tax amnesty, pemerintah bisa mendapat setidaknya 3-5 persen dari uang itu ke kas negara.

“Tapi kan uang itu bisa diputar di dalam negeri dengan efek multiplier yang besar bagi perekonomian,” tambahnya. Terkait dengan konsekuensi hukumnya, tambahnya, hal itu bisa didiskusikan dengan pihak Kepolisian, Komisi Pemberantan Korupsi, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung.

“Tentu ada yang tak happy kalau kita bikin kebijakan itu, yakni negara seperti Swiss dan Singapura. Karena duit berputar di mereka selama ini akan hilang.

Selama ini, para pemilik dana itu masuk ke Indonesia dengan skema PMA. Sekarang mereka bisa masuk langsung. Kebijakan itu lebih baik daripada kita pajakin
warteg,” katanya.#le

No More Posts Available.

No more pages to load.