SAMARINDA,BERITAKALTIM.COM – Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim mencatat total investasi yang masuk pada tahun 2014 mencapai Rp 37,87 triliun. Terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 12,98 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp 24,89 triliun.
Jumlah tersebut meningkat dibanding investasi tahun 2013 yang tercatat sebesar Rp 33,10 triliun yang terdiri dari PMDN Rp 18,41 triliun dan PMA Rp 14,69 triliun.
“Pertumbuhan ekonomi Kaltim selama kurun 2010 hingga 2014 secara rata-rata berada di angka 3,53 persen, angka pengangguran terbuka menurun menjadi 8,89 persen dan angka kemiskinan turun menjadi enam persen. Ini merupakan sebuah prestasi dan hal yang menggembirakan,” kata Ahmad Rosyidi ketika menyampaikan pandangan Fraksi PPP – Nasdem dalam paripurna fraksi di DPRD Kaltim, belum lama ini.
Dikatakan Ahmad, capaian tersebut di atas diperoleh sebelum dibentuk dan ditetapkannya Perda tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal ini. Fraksi PPP – Nasdem pun melayangkan berbagai macam pertanyaan kepada Pemerintah Provinsi setelah raperda ini dibentuk dan ditetapkan agar semua dapat berjalan dengan baik dalam pengembangan ke depan.
“Semua harus terukur dan terarah. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi harus menargetkan berapa total masuknya investasi ke Kalimantan Timur. Berapa persen penurunan angka pengangguran terbuka juga angka kemiskinan, dan yang terakhir, berapa lama target tersebut dicapai terhitung setelah ditetapkannya raperda ini,” urai politikus PPP.
Salah satu tujuan dibuatnya raperda tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal ini adalah untuk mendorong minat investasi masyarakat dan dunia usaha, baik lokal maupun luar. Fraksi PPP – Nasdem berpandangan bahwa selain pemberian insentif dan pemberian kemudahan penanaman modal, hal ini harus ditopang dengan perbaikan iklim usaha yang kondusif, perbaikan infrakstruktur, promosi potensi dan citra daerah yang baik, serta kepastian hukum dan tersedianya tenaga kerja yang berdaya saing, sehingga menarik investor lebih bersifat komprehensif.
“Tentu, dalam pandangan umum fraksi, Fraksi PPP – Nasdem meminta tanggapan juga penjelasan kepada Pemerintah Provinsi terkait hal tersebut untuk dijabarkan terhadap konteks juga dukungannya, agar Kalimantan Timur dapat merinci juga menetapkan bagaimana daya dukungan terhadap faktor-faktor tersebut,” katanya. (adv/rid)
Teks foto: 24AHMAD ROSYIDI
Trending
- Tim SAR temukan serpihan pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Maros
- Pesawat ATR hilang di Maros dilaporkan memuat 10 orang
- Pesawat ATR hilang kontak di Maros dalam pencarian
- Gunung Semeru alami 30 kali gempa letusan dan 1 kali getaran banjir
- Perahu Tenggelam di Sungai Mahakam, Satu Karyawan PT Astiku Sakti Masih Dicari
- Status Waspada, Gunung Marapi Kembali Menyembur, Ancaman Lahar Mengintai Lereng Sumatera Barat
- Akses Terputus, Warga Gotong Jenazah Lewati Banjir Batang Pasaman di Pasaman Barat
- Tragedi Waduk Km 8 Balikpapan: Enam Anak Tewas Tenggelam
- “Senja yang Tak Pulang”: Kisah Tragis Enam Anak Korban Tenggelam di Waduk PDAM KM 8 Balikpapan
- Pagi yang Hening di Sungai Keledang: Tim SAR Temukan Jasad Rian di Arus Sunyi Mahakam
Insentif bagi Investor Harus Terukur
Prev Post