BeritaKaltim.Co

Gencarkan PHBS dan Waspada DBD Lewat Upacara

poto pembina upacara dr hepta novaSAMARINDA,BERITAKALTIM.COM—Dinas Kesehatan kota Samarinda kembali membuat program terobosannya untuk mensosialisasikan gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan waspada Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan upacara selaku. Dimana tim dokter dari Dinkes bertindak sebagai pembina upacara.
Program ini merupakan gawe bersama Dinkes dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang kota Samarinda, yang sudah berlangsung beberapa pekan ini di sekolah-sekolah..
“Anak sekolah merupakan kelompok paling rentan tertular demam berdarah. Hal ini bukan semata-mata karena sekolah kurang menjaga kebersihan, melainkan berhubungan pula sifat nyamuk aedes aegypti yang lebih aktif di siang hari,” ucap kepala Dinkes Samarinda drg Nina Endang Rahayu.
Untuk mencegah DBD, sebut Nina, perubahan perilaku adalah bagian yang paling penting. Oleh karena itu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit DBD dan penerapan PHBS di Sekolah, telah dilakukan penyuluhan di sekolah-sekolah.
Kegiatan Penyuluhan ini, menurut kepala seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Samarinda drg Deasy Evriyani, dilaksanakan saat upacara bendera.
“Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas, Dokter Umum dan Dokter Gigi Puskesmas se-Kota Samarinda bertindak sebagai Pembina Upacara dan sekaligus memberikan penyuluhan mengenai kewaspadaan DBD dan penerapan PHBS di Sekolah,” terang Deasy. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa sekolah baik SD,SMP dan SMA di wilayah kerja Puskesmas se-Kota Samarinda.
Dalam penyuluhan mengenai kewaspadaan DBD dijelaskan penyakit DBD dapat dicegah dengan melakukan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, plus memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, mengusir nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, mencegah gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk gosok, memasang kasa pada jendela dan ventilasi dan tidak menggantung baju.
Kembali ke Nina, dijelaskannya, PHBS di sekolah merupakan perilaku yang dipraktikkan peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah dalam mencegah penyakit, memelihara dan meningkatkan kesehatan serta berperan aktif dalam bidang kesehatan.
Ia menyebutkan, terdapat 8 indikator penerapan PHBS di sekolah yaitu jajan di warung/kantin sekolah, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, buang air kecil dan buang air besar di jamban sekolah, mengikuti kegiatan olah raga di sekolah, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok, menimbang berat badan dan membuang sampah pada tempatnya.
Ketua PDGI Samarinda drg Aprilia Lailaty menyambut baik gawe bersama ini. Ia mengharapkan penyuluhan ini dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa, guru maupun masyarakat lingkungan sekolah mengenai pentingnya penerapan PHBS di sekolah dan mencegah DBD. (***)

Leave A Reply

Your email address will not be published.