Samarinda Kembali Tergenang, Wali Kota Kebanjiran Kritikan

oleh -51 Dilihat

banjir di depan mall lembuswanaSAMARINDA, BERITAKALTIM.COM- Banjir di sejumlah titik kembali menggenangi daerah langganan banjir di Samarinda, Kamis (05/03/2015) siang. Dari pantauan beritakaltim.com banjir yang disebabkan tingginya curah hujan sepanjang hari itu menggenangi kawasan simpang empat Sempaja, DI Pandjaitan, Kenangan Dalam Kecamatan Samarinda Utara. Sementara di Samarinda Ulu, banjir merendam simpang empat Mall Lembuswana, Pangeran Antasari dan Suryanata.

Untuk kawasan Jalan Antasari, banjir dengan kedalaman hingga 40 centimeter itu mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pemilik kendaraan memilih memutar arah menghindari banjir. Sementara sejumlah pemilik kendaraan roda dua yang tetap nekat melintasi banjir harus siap menghadapi kerusakan akibat mesin kendaraannya kemasukan air.

Akibat seringnya wilayah ini tergenang banjir membuat salah satu rumah makan memilih menutup tempat usahanya. Bahkan bangunan yang berdiri di samping sebuah dealer itu terlihat sudah ditinggalkan penghuninya. Diduga pemilik tak tahan lantaran kerap tergenang banjir hingga membuat usahanya merugi.
Warga di kawasan Antasari ini mengaku sudah berulangkali menyampaikan keluhan ke Pemerintah Kota Samarinda. Hanya saja hingga banjir yang kesekian kalinya melanda belum ada tanggapan dari pemerintah. Alasan yang selalu disampaikan pemerintah yakni anggaran minim serta masih dalam kajian.

“Kita sudah berulangkali menyampaikan keluhan bahkan sampai bosan namun tidak juga ada tanggapan. Yang terjadi kami setiap ada hujan turun selalu diliputi keresahan dan kekuatiran karena bakal dilanda banjir lagi,” kata Usman, salah satu warga di jalan Antasari.
“Jika pemerintah kota Samarinda benar-benar peduli dengan keluhan masyarakat, banjir di kawasan Antasari ini tidak lagi terjadi. Faktanya mereka (pemerintah.red) tidak peduli dan mereka lebih peduli dengan dirinya masing-masing, terlebih sekarang mau pemilihan wali kota,” keluhnya.
Selain akibat tingginya curah hujan, banjir di jalan Antasari ini diduga disebabkan belum berfungsinya folder penampungan banjir. Folder yang dibangun dengan dana puluhan miliar rupiah tersebut tidak berfungsi lantaran masih ada sengketa kepemilikan lahan yang hingga kini masih terus berlangsung.

banjir2 (1) samarindaDi media sosial seperti facebook juga muncul kritikan terhadap Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang selama masa jabatannya tidak mengurangi daerah-daerah genangan. Pemerintah dianggap tidak peka, karena selain tak bisa menanggulangi banjir juga tidak bertindak menutup lahan-lahan tambang batu bara. #Ahz

No More Posts Available.

No more pages to load.