SAMARINDA,BERITAKALTIM.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Yahya Anja mengimbau Dinas Pendidikan maupun orang tua untuk memberikan pendidikan tentang bahaya narkoba kepada anak sejak ditingkat sekolah dasar. Himbauan tersebut disampaikan terkait maraknya peredaran narkoba di Kaltim.
“Keterampilan menolak narkoba seharusnya diajarkan sebelum anak berusia sembilan tahun atau selambat-lambatnya pada usia 12 tahun,” ujar Politikus Partai Demokrat ini
Yahya menuturkan anak-anak di bawah usia 15 tahun, berisiko tinggi dalam penyalahgunaan narkoba. Sebab, faktanya 90 persen dari kelompok ‘coba pakai’ narkoba berasal dari pelajar dan mahasiswa.
“Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa dan diikuti perubahan fisik, mental dan sosial. Dengan perubahan ini remaja sering mengalami ketegangan, perasaan tertekan, keresahan, kebingungan dan frustasi, sehingga berisiko tinggi menyalahgunakan narkoba. Dimasa-masa ini peran orangtua sangat penting untuk lebih memberi perhatian dan pendampingan,” tuturnya.
Dari survei yang dilakukan BNN, kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia sebesar 3.367.080 atau 1,99 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Dari jumlah itu, 1,1 juta pengguna narkoba dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Ini sebuah bukti bahwa pelanggan narkoba paling banyak ada di usia produktif. Tentu memprihatinkan dan semoga ke depan bisa diminimalisasi dengan peran serta orangtua dan tenaga pendidik untuk mengajarkan anak tentang bahayanya menggunakan narkoba,” imbuhnya.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Barat ini juga menyarankan kepada orang tua agar lebih memperhatikan anaknya dalam bergaul. Sebab orang tua adalah orang yang terakhir tahu tentang masalah narkoba pada anaknya.
“Ini fakta, ternyata orang tua orang yang paling akhir mengetahui. Ini yang harus diubah dan orang tua harus lebih memperhatikan dan mendampingi anaknya,” pungkasnya. (adv/lin/dhi/oke)
TEKS FOTO: yahya anja
Trending
- Kebakaran Hebat Bikin Panik Warga Graha Indah Balikpapan Utara
- Korban tewas kecelakaan bus ALS di Muratara bertambah satu
- Massa Aksi Bertahan di Kantor DPRD Kaltim, Tunggu Hasil Rapat Hak Angket
- Ratusan Mahasiswa Desak DPRD Kaltim Segera Putuskan Hak Angket
- Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 900 meter
- Korban kecelakaan kereta api di Bekasi dievakuasi ke RS
- Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Kantor SAR kerahkan tim ke lokasi
- BMKG prakirakan hujan lebat guyur sejumlah wilayah Indonesia
- Massa Aksi Kembali Padati Kantor Gubernur Kaltim, Lanjutkan Penyampaian Tuntutan
- Ribuan Massa Aksi Padati Teras Samarinda, Bergerak ke Kantor Gubernur Kaltim