BeritaKaltim.Co

Sipir Lapas Jadi Kurir Sabu Diupah Rp200 Ribu per Gram

SAMARINDA SIPIR KURIR SABUSAMARINDA, BERITAKALTIM.COM- Ramli dan Dwi dua oknum sipir Lapas Sempaja Samarinda Utara terpaksa harus berurusan dengan unit Reskoba Polresta. Bersama keduanya, ikut diamankan Dalle penghuni rumah kontrakan di Jalan PM Noor yang juga bandar narkoba dan baru dua bulan bebas dari hukuman untuk kasus pengedar Narkoba. Ketiganya dibekuk saat tengah berpesta Sabu di dalam kamar rumah Dalle.

“Ketiga pelaku kita tangkap saat tengah pesta sabu di sebuah rumah kontrakan yang disewa Dalle Bandar narkoba yang baru dua bulan bebas dari massa hukuman untuk kasus narkoba,” kata Kompol Bambang Budiyanto, Kasat reskoba Polresta Samarinda.

Dari tangan para pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua poket sabu-sabu siap edar, uang tunai hasil penjualan sabu sebanyak Rp 24 juta, perangkat alat hisap atau bong dan sejumlah telepon genggam yang digunakan untuk berkomunikasi dengan para pembeli narkoba.

Dari pemeriksaan awal, kedua oknum sipir lapas ini ternyata tidak hanya sebagai pengguna akan tetapi merangkap menjadi kurir untuk membawa narkoba dari luar dan dibawa masuk ke dalam lapas sebelum diedarkan kembali di luar lapas. Dalam setiap kegiatannya, kedua pelaku mendapatkan imbalan Rp200 ribu pergram.

“Jadi selain pengguna keduanya merangkap menjadi kurir dari bandar narkoba yang masih menjalani massa hukuman. Modusnya, pelaku membawa sabu dari luar untuk dibawa masuk ke dalam lapas dengan imbalan Rp200 ribu pergram,” tambah Kompol Bambang.

Sementara itu akibat perbuatannya, kedua sipir lapas ini langsung dijebloskan ke dalam tahanan khusus narkoba di Polresta Samarinda. Bagi keduanya, hukuman yang dijalani bakal berlipat dibanding Dalle. Pasalnya, selain kurungan badan keduanya juga terancam diberhentikan dari pekerjaannya sebagai sipir lapas. #Ahz

Leave A Reply

Your email address will not be published.