SAMARINDA,BERITAKALTIM.COM – Buku adalah jendela dunia.
Pepatah itu sangat tepat dan masih akan berlaku hingga akhir dunia.
Betapa tidak melalui buku setiap orang akan mampu memahami sesuatu yang sebelumnya tidak diketahuinya.
Sekaligus menjadi penuntun dalam memahami sesuatu.
Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Fraksi PDIP DPRD Kaltim Yakob Manika yang menyebutkan sesuai Undang-undang Dasar 1945 bahwa pendidikan merupakan hak dari setiap rakyat Indonesia.
Pendidikan tidak hanya formal sebagaimana di sekolah akan tetapi juga nonformal seperti di perpustakaan dan lainnya.
Kedua hal ini merupakan satu bagian yang saling mengikat dan tidak terpisahkan satu dengan lainnya.
“Peran perpustakaan sangat vital baik dalam membantu dalam penelitian, kajian dan sejenisnya guna mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
Tidak hanya bagi mereka yang menempuh pendidikan akan tetapi juga bagi mereka yang menginginkan penggalian berbagai informasi dibutuhkan,” tutur Yakob pada rapat paripurna ke-9 DPRD Kaltim, Jumat (8/5).
Melalui adanya Perda ini diharapkan akan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menambah minat masyarakat untuk kembali membaca guna sebagai manifestasi dari amanat Undang-undang yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut Yakob, tidak hanya disitu saja, Raperda ini nantinya akan meningkatkan kreatifitas dan kinerja dari petugas perpustakaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung atau pembaca.
Pasalnya, didalamnya akan membuat bagaimana petunjuk-petunjuk kerja sehingga mampu menarik banyak pembaca.
“Termasuk di dalamnya menunjukkan bagaimana mampu membuat berbagai promosi dengan melibatkan berbagai pihak baik sekolah, kampus hingga dunia kerja, sehingga keberadaan perpustakaan tidak hanya dipenuhi ketika menjelang ujian sekolah atau ketika mendapat tugas kuliah saja melainkan menjadi sebuah kebutuhan yang ketika tidak dilaksanakan akan rugi,”kata Yakob.
Jika semua itu mampu diterapkan maka diharapkan akan mampu menciptakan generasi yang cerdas karena membaca tidak lagi dijadikan sebuah kewajiban dalam melaksanakan tugas melainkan menjadi sebuah kebutuhan yang membudaya.
(adv/bar/oke)
Teks foto: yakob manika
Trending
- Kejagung kembali sita uang hingga motor mewah di kasus suap PN Jakpus
- Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 800 meter di atas puncak
- Kebakaran Hanguskan Rumah Tiga Lantai di Muara Rapak, Satu Korban Luka Bakar
- Penyanyi Legendaris Indonesia Titiek Puspa Tutup Usia
- Awak Redaksi Tempo Mendapat Kiriman Kepala Babi Busuk
- Gedung Perkantoran Pondok Pesantren Nabil Husien Kebakaran, Kerugian Capai Rp 1 Miliar
- Balikpapan Dilanda Banjir dan Tanah Longsor
- Personel Satlantas Gagalkan Perempuan Muda Loncat dari Jembatan Ubrug
- KPK tahan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
- Polri temukan jenazah awak media yang hilang dalam insiden speedboat
Bangun Generasi Cerdas lewat Membaca
Prev Post