BeritaKaltim.Co

Kaltim Perlu Perda Pelestarian Buah Lokal

13GAMALISSAMARINDA,BERITAKALTIM.COM – Harus diakui menjelang pasar bebas dunia, para petani buah Kalimantan Timur semakin terpuruk, tidak hanya disebabkan jatuhnya harga jual, juga kurangnya perhatian dari pemerintah terlebih pada petani buah asli Kaltim.
“Salah satu faktor yang tidak bisa dikatakan ringan sehingga menyebabkan petani buah lokal semakin tahun semakin menurun adalah banjirbuah-buah asal daerah lain dan luar negeri dengan harga jual yang lebih murah dan dengan tampilan yang menggairahkan,” tutur Gamalis.
Ditambahkannya, buah lokal asli Kaltim sudah sangat jarang ditemukan diberbagai kios buah baik yang memiliki toko ataupun yang berjualan dipasar dan dipinggir-pinggir jalan.
Terlebih kios buah dikawasan berbagai rumah sakit mereka hanya menjual buah luar saja dengan dikemas semenarik mungkin.
Solusi untuk menyelamatkan buah lokal asli Kaltim dan petaninya adalah dengan membuat Peraturan Daerah.
Sebab apabila ada payung hukumnya akan membuat petani lebih tenang karena adanya regulasi pemerintah.
“Minimnya perhatian dari pemerintah membuat banyak petani buah asli Kaltim lebih memilih usaha lain yang lebih menjanjikan karena tidak bisa dipungkiri bahwa persoalan ekonomi merupakan faktor yang penting untuk diperhitungkan,” kata Gamalis.
Politikus asal PPP ini menambahkan bahwa Perda tersebut nantinya akan mengatur secara detail dan menyeluruh mulai dari pelatihan oleh lembaga berkompeten dari pemerintahan, subsidi pupuk dan bibit unggul, perawatan, hingga yang tidak kalah pentingnya adalah membantu pemasaran.
Ia optimis jika semua dapat diterapkan termasuk bagaimana melakukan kemasan dan stategi promosi yang maksimal ke berbagai daerah dan luar negeri, buah asli Kaltim akan mampu bersaing ke pasar dunia sehingga membuat petaninya sejahtera.
“Ada sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan uang, yaitu jati diri daerah Kaltim yang akan terus terbawa ketika kemanapun buah tersebut berada.
Belajar dari Bali yang telah lebih dulu memiliki Perda tentang Buah Lokalnya, selain memiliki potensi ekonomi juga pelestariannya dengan selalu menjadi bauh wajib ketika ada acara-cara adat,”ucap Gamalis. (adv/bar/dhi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.