BeritaKaltim.Co

Warga Mengeluh Birokrasi Urus IMB Berbelit dan Mahal

Nunukan Agus ST Kabid Tata Ruang Dpu kab nunukanNUNUKAN, BERITAKALTIM.com- Masyarakat Nunukan mengeluhkan pengurusan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) karena biaya dinilai terlalu mahal. Selain itu birokrasinya berbelit, terlalu panjang membuat masyrakat “prustasi”.

Salah satu bukti pengurusan IMB berbelit-belit lantaran terlalu banyak meja yang harus dilalui, pada Hal sudah ada SINTAP (sistem pelayaanan Satu atap).
Fakta di lapangan pelayanan tidak maksimal dan akhirnya membuat warga tidak mau mengurus IMB.

Diutarakan Nurdin, warga Jalan Bhayangkara, untuk mengurus IMB ukuran 7 X 10 ia dikenakan tarif Rp6 juta. Padahal, dia tahu banyak bangunan di sekitar rumahnya tidak mau urus IMB karena mahalnya itu. Bahkan rumah-rumah di sekitarnya melanggar simpadan jalan.

Menurut Agus ST, Kabid Tata Ruang yang baru beberapa bulan dilantik mengantikan Siburian masuk Penjara diduga karena Korupsi, biaya IMB itu sudah ada tarifnya melihat struktur bangunan, kondisi fisik, luas bangunan dan areal bangunan.

Memang diakui Agus ST bahwa urusannya masih ada berbelit belit, artinya terlalu panjang pelayanan birokrasinya sehingga masyarakat mengeluh. “Karena itu saya berusaha agar pelayanan birokrasi kita pangkas,” ujar Agus.

Diakui untuk urusan IMB tidak hanya melibatkan satu instansi Dinas Pekerjaan Umum, tetapi lintas SKPD. Diakui terkadang satu SKPD jadi masalah, misalnya sedang dinas luar. Padahal sudah ada sistem Pelayanan satu Atap, tapi pelayanan ditangani pegawai honor.

“Dalam waktu dekat saya rapat bersama asisten pemerintahan dan pejabat pelayanan sistem satu atap, membahas bagaimana pelayanan kepada masyarakat
lebih mudah dan berbiaya murah,” ujar Agus. Target Pemerintah Daerah ke depan bisa menambah Pendapatan asli Daerah (PAD) dari pengurusan IMB. #Yusuf Palimbongan

Leave A Reply

Your email address will not be published.