BeritaKaltim.Co

Lepas Siswa SMK, Jaang Beri Motivasi

Peresmian Gedung SekolahSAMARINDA,BERITAKALTIM.com – Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, meski kini sudah menjadi orang nomor satu di Kota Samarinda, namun ia tak pernah melupakan masa-masa kelam yang pernah dilalui sebelumnya.

Terutama di masa kecil bersama kedua orang tua dan sanak saudaranya di kampung halaman Long Pahangai, Mahakam Ulu (Mahulu).
Banyak yang tidak tahu jika sebagai anak petani hidupnya susah.

Namun berkat kerja keras dan dukungan semangat serta doa kedua orang tuanya, kini bisa seperti sekarang.

Hal tersebut sengaja ia sampaikan untuk memberikan motivasi bagi anak-anak di kota ini.

Terutama terhadap sejumlah siswa SMK Miftahul Ulum (MU) Makroman angkatan XV yang secara resmi dilepas kemarin.
Wali Kota meminta mereka agar tidak minder karena menjadi lulusan SMK di daerah pinggiran.

Bahkan bila perlu harus menjadi semangat untuk bisa bersaing dengan siswa lain yang bersekolah di tengah kota.

“Wali Kota-mu saja dulu sekolah di kampung.
Jadi jangan pernah minder. Tetap semangat untuk belajar dan berjuang keras.

Pasti akan ada hasilnya,” katanya memberi motivasi.
Ia lantas bercerita banyak tentang kehidupannya dahulu.

Bahkan di masa kecil, ia sempat hanya makan nasi bercampur singkong rebus.
Jika tak ada ikan, tidak jarang pula lauknya hanya garam.

Karena itu menurutnya, anak-anak yang terlahir di kota seharusnya bisa lebih hebat dari dirinya.
“Saya dulu mau ke sekolah saja harus jalan kaki 6 Km. Dan itu saya jalani setiap hari.

Tidak menyangka, akhirnya bisa jadi Wali Kota sekarang.
Sengaja saya ceritakan ini, bukan bermaksud durhaka terhadap orang tua.

Karena Alhamdulillah, orang tua saya terutama ibu saya selama hidup sampai meninggal, tidah pernah meneteskan air mata hanya karena saya.

Jadi ini sengaja saya ceritakan hanya untuk memberikan motivasi bagi anak-anakku sekalian,” katanya disambut tepuk tangan para hadirin.

Jaang yang sempat terlihat sedih karena mengenang perjuangan kedua orang tuanya itu mengakui semua yang diperoleh saat ini juga tidak lepas dari dukungan dan doa kedua orang tuanya.

Bahkan saat itu, ibunya di kampung hanya berpesan agar ia bisa bersekolah supaya menjadi seorang guru atau bekerja di kantor camat. Namun di luar dugaan, akhirnya menjadi ‘bosnya’ camat alias wali kota.

“Karena orang tua sudah mendoakan kita, sehingga sudah sepantasnya kita mendoakan orang tua kita.
Termasuk mendoakan diri sendiri agar bisa dijauhkan dari pergaulan yang tidak sehat.

Terutama bahaya narkoba yang harus bisa kita perangi bersama,” tandas Jaang.

Selain melepas siswa, Wali Kota kemarin juga meresmikan gedung baru SMK MU, dan empat unit Posyandu.
Dua di antaranya merupakan swadaya masyarakat, dan dua yang lain merupakan Posyandu yang dibangun dengan APBD Samarinda.

(hms6)
Teks Foto: RESMIKAN GEDUNG. Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang menandatangani prasasti peresmian gedung baru SMK Miftahul Ulum di Makroman, Sambutan, kemarin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.