BeritaKaltim.Co

Ardi Korban ke-11 Tewas di Kolam Eks Tambang Batu Bara Samarinda

SAMARINDA pemakaman ardiSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh Pemerintah kepada pengusaha tambang batu bara di dekat pemukiman warga Samarinda, terus berdampak buruk dengan berjatuhannya korban nyawa. Senin (25/5/2015), seorang bocah ditemukan lagi sudah menjadi mayat di eks kolam tambang PT Citra Energi Mandiri (CEM) di kawasan Sambutan Pelita 7, Samarinda Ilir.

Korban bernama Ardi Bin Hasyim berusia 13 tahun, sore kemarin langsung dikebumikan oleh orangtuanya dari kediaman di Komplek Perumahan Sambutan Idaman Permai Blok F RT 35 Pelita 7. Dalam catatan jumlah korban eks tambang batu bara, Ardi yang malang tersebut adalah korban ke-11.

Dua korban yang masih hangat diingatan warga Samarinda sebagai korban ke-9 adalah Muhammad Raihan Saputra (10 tahun) yang meninggal di kolam eks tambang batu bara PT Graha Benua Etam di Sempaja Utara Samarinda Utara pada 22 Desember 2014 lalu. Sementara korban ke-10 menimpa Muhammad Naufal Madiansyah (12 tahun), warga Perumahan Korpri, Kelurahan Loa Bakung, Sungai Kunjang, Samarinda. Murid kelas enam D, SD 027 Sungai Kunjang itu tenggelam di kolam yang diduga masih dalam konsesi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara CV TE.

Tapi versi JATAM (Jaringan Advokasi Tambang Kaltim), korban Ardi adalah yang ke-10 di kolam eks tambang batu bara. Sedangkan kematian Muhammad Naufal di Jalan Jakarta tidak bisa dipastikan sebagai korban kolam tambang eks batu bara. Dari investigasi JATAM, memastikan bukti fisik bukan lubang tambang, tapi lubang galian perumahan.

Korban Ardi dikabarkan hilang sejak hari Sabtu (23/5/2015). Orangtuanya sudah mencari dan menjadi sangat kuatir karena tak ada kabar sampai pada akhirnya ada kabar tentang penemuan mayat. Ardi yang akrab dipanggil Da’di itu ditemukan oleh Sopir Water tank PT CMS, sub kontraktor PT CEM.

Saat ditemukan sudah menjadi mayat di dalam kolam, Senin (25/5/2015) sekitar jam 10.30 Wita. Mayat kemudian sempat dibawa ke RS AW Sjachranie untuk mendapat visum dan kemudian dikebumikan di pemakaman Ar’Rahmah sambutan pelita 7, sekitar pukuyl 19.00 Wita.

Warga Sambutan merasa kesal dengan pihak perusahaan yang membiarkan arealnya bisa dimasuki warga yang tinggal di sekitar. Menurut alasan pihak perusahaan sejak hari Sabtu pihaknya memang meliburkan semua karyawan. #Rochim

Leave A Reply

Your email address will not be published.