BeritaKaltim.Co

Jaang: Tak Ada Istilah Penghapusan Insentif

NHPDSAMARINDA,BERITAKALTIM.COM –Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang kembali menepis kegalauan para guru di kota ini terkait insentif. Terutama karena sempat ada isu di luar yang menyebut isentif guru hendak dihapus.

Bahkan banyak pula yang menanyakan hal tersebut kepada dirinya, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat.
Dengan tegas, ia menyebut insentif yang merupakan tunjangan tambahan penghasilan bagi para tenaga pendidikan itu tetap konsisten ia pertahankan.

Penegasan itu diperkuat dengan penandatangnan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani Wali Kota bersama Ketua Persatuan Guru Republik (PGRI) Kota Samarinda, Harimurti WS disaksikan segenap guru di Rumah Jabatan (Rumjab) Wali Kota, kemarin.

“Dengan ditandatanganinya NPHD ini, maka sudah jelas bahwa insentif segera dicairkan. Jadi kita sekarang sudah bisa tertawa lega. Yang jelas, tidak ada di pikiran saya untuk menghapuskan insentif. Yang ada, justru saya ingin menambahkan jumlahnya,” ujar Wali Kota disambut tepuk tangan para hadirin.

Orang nomor satu di Kota Samarinda itu menyebut tak hanya para guru yang gelisah. Dirinya juga terus memonitor perkembangan insentif dimaksud. Bahkan sering pula ia memerintahkan agar bisa secepatnya dicairkan jika prosesnya sudah memungkinkan.

“Memang banyak prosedur yang harus dilewati seperti konsultasi ke semua pihak terkait baik Bagian Hukum, Inspektorat, BPK (Badan Pemeriksa Keuangan, Red), hingga Kejaksaan. Terutama menyesuaikan dengan payung hukum yang selalu berubah. Biar kita tidak disalahkan di kemudian hari. Bahkan saya kawal langsung proses ini.

Jadi prosesnya cukup panjang, sehingga baru cair sekarang. Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah beres jadi tinggal dicairkan,” terang Jaang yang kemarin terlihat ikut gembira dengan kabar baik untuk para guru tersebut.

Soal proses yang begitu panjang itu juga dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda, Asli Nuryadin.

Yang jelas, dengan ditandatangani NPHD kemarin, maka bisa secepatnya dicairkan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Bahkan ditarget, sebelum memasuki Ramadan yang tinggal menghitung hari ini, pencairan sudah bisa beres.

“Pencairan nantinya lewat rekening PGRI terlebih dahulu. Bukan langsung ke rekening sekolah. Yang jelas, kita tetap antisipasi supaya tidak ada nama yang dobel,” beber Asli. (hms6)

Leave A Reply

Your email address will not be published.