BeritaKaltim.Co

Warga Tak Peduli Penyebab Tersumbatnya Parit

jumat1WALI KOTA Samarinda Syaharie Jaang kembali memimpin langsung aksi Jumat Bersih untuk membenahi saluran air/parit di Jl Lambung Mangkurat dari simpang empat Wisma.

Pekerjaan awal pun sempat terganggu untuk membersihkan parit di simpangan. Pasalnya warga membuat coran beton yang menutup bagian atas parit. Tak ayal eksavator diturunkan untuk menghancurkan sekaligus mengeruknya. Bukan hanya di sini, di Jl Lambung ada warga membuat jembatan kayu ulin, namun dibawah jembatan ini masih terdapat coran semen dengan ukuran lebar 3 meter dan panjang 9 meter.

Pekerjaan cukup berat kali ini, dimana baik tim hantu banyu (Swakelola DBMP), pasukan DKP, Satpol PP dan PDAM harus membongkar jembatan ulin dulu, barulah coran beton yang menutup parit lebar itu dihancurkan dengan eksavator. Alhasil banyak sampah yang nyangkut dan sedimen yang tinggi. Selain itu, dalam aksi bersih-bersih drainase, selain sampah plastik, botol minuman dan rumah tangga, yang tidak wajar juga ditemukan seperti ban mobil, keranjang buah hingga kasur.

Hal ini menggambarkan ketidakpedulian warga dengan penyebab tersumbatnya air, sehingga berdampak pada banjir.

Teks foto
JUMAT2: Eksavator terpaksa digunakan untuk menghancurkan coran semen yang menutup atas parit.Jumat2
JUMAT1: Setelah dihancurkan dengan eksavator, kemudian sampah dan sedimen dikeruk. Bahkan wali kota juga ikut menangguk sampah plastik.
jumat1JUMAT3: Syaharie Jaang memperlihatkan hasil tanggukan sampah plastik yang selama ini menghambar kelancaran air di drainase.

 

 

 

Jumat4JUMAT4: Selain temukan sampah sampah kayu, plastik, juga didapati 3 ban bekas mobil. Tampak Jaang dan Camat Sungai Pinang M Fahmi memperlihatkan 3 ban bekas.
Jumat5JUMAT5: Akhirnya setelah coran semen dihancurkan dan sampah dan sedimen dikeruk dengan eksavator, drainase di simpang wisma ini terlihat bersih dan air lancar mengalir.

Leave A Reply

Your email address will not be published.