BeritaKaltim.Co

Buaya Muncul (Lagi), Warga Bontang Cemas

Buaya diamankan warga.
Buaya diamankan warga.

BONTANG, BERITAKALTIM.com – Keberadaan buaya yang kerap muncul di bantaran sungai Bontang rupanya membuat warga resah. Apalagi, banyak warga yang belum memahami apa yang harus dilakukan jika melihat predator berdarah dingin itu.

Konflik antar manusia dan satwa, yang dalam hal ini adalah buaya, memang perlu penanganan oleh pihak yang berkompeten menangani satwa liar. Apalagi, buaya muara termasuk salah satu satwa yang dilindungi.

Hal ini tertuang dalam UU no 7 tahun 1999 tentang satwa yang dilindungi dan tidak boleh dibunuh. Eko Mashudi, Lurah Bontang Kuala mencari cara untuk mengantisipasi kepanikan yang terjadi jika buaya bermunculan. Yakni dengan sosialisasi penanganan konflik antara manusia dan buaya muara.

“Karena banyak yang sering melihat kemunculan buaya, dan mereka (warga, Red) tak tahu harus bertindak seperti apa, maka kami beri mereka cara untuk mengantisipasi kemunculan buaya,” jelasnya belum lama ini.

Dalam sosialisasi yang diberikan dari pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bontang di Kelurahan Bontang Kuala beberapa waktu lalu. Ada cara-cara agar buaya yang sering bermunculan tidak membahayakan. Salah satunya dengan tidak membuang bangkai ke sungai, juga jangan mengganggu buaya yang sedang berjemur. Dan apabila memang dianggap sangat meresahkan maka diperlukan relokasi buaya.

“Perlu dilakukan koordinasi dengan BLH dan Taman Nasional Kutai (TNK) untuk merelokasi buaya,” imbuhnya.

Sambung Eko, ada cara lain juga yang dapat dilakukan jika buaya tidak direlokasi. Yakni dengan cara penurapan sungai dan normalisasi sungai. Jika turap sungai tinggi, maka buaya tidak akan membahayakan warga, karena tidak memasuki pemukiman warga.

“Begitu juga dengan tidak membuang bangkai, jangan dibiasakan buaya seperti diberi umpan. Sehingga buaya senang dan ketagihan dengan pemberian bangkai itu,” katanya.

Kemunculan buaya pun dianggap seperti musiman. Artinya jika cuaca panas dan air sungai surut, maka banyak buaya yang bermunculan sekedar untuk berjemur. “Ada beberapa titik sungai yang sering terlihat munculnya buaya, namun tidak sampai memakan ternak warga seperti ayam, karena sungai di Bontang Kuala sepertinya masih banyak ikan, sehingga makanan dia (buaya, Red) tercukupi,” paparnya.

Eko mengimbau agar warga sekitar sungai lebih waspada dan berhati-hati. Karena populasi buaya diperkirakan di atas 2 ekor. Dan jika melihat buaya, diharapkan segera melapor sesuai alurnya. Yakni lapor ke kelurahan bagian posko satgas penanggulangan konflik manusia dan satwa liar. “Rencananya kami juga akan membuat papan imbauan di area yang terhitung sering adanya kemunculan buaya,” tutupnya. #fs

Leave A Reply

Your email address will not be published.