BeritaKaltim.Co

Ritual Adat Beluluh Sultan Awali Pelaksanaan Erau

Ritual Beluluh SultanTENGGARONG, BERITAKALTIM.COM – Sebelum kegiatan ERAU 2015 dilaksanakan, terlebih dahulu pihak Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, menggelar ritual pendahuluan yakni upacara adat Beluluh di Kedaton Kutai Kartanegara, rabu (3/6/2015) pagi.

Upacara adat tersebut dihadiri Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, Kapolres Kukar AKBP Handoko, Dandim 0906 Tenggarong, Anggota DPRD Kukar, Sekkab Kukar Edi Damansyah dan sejumlah Kepala dinas/Instansi di lingkungan Pemkab Kukar, serta kerabat kesultanan Kutai.

Upacara adat berlangsung khidmat dilakukan Sultan Kutai H Adji Mohd (HAM) Salehoeddin II menuju balai bertingkat 3 yang terbuat dari bambu kuning bertiang 41 buah, setelah sultan duduk ditingkat ketiga balai bambu yang dilapisi kain serba kuning tersebut, selanjutnya dilakukan pembacaan mentera oleh seorang pawang atau belian.

Sang pawang menanyakan kepada Sultan, apa yang dimohonkan kepada Sang Pencipta. Dan ada dua penawaran yang dilakukan oleh belian yakni memohon keselamatan, kesehatan, panjang umur, terhindar dari penyakit bagi sultan beserta keluarganya.

Kemudian memohon keselamatan bagi kota Tengggarong dari darat dan dari laut, Sultan meminta kedua – duanya, setelah itu belian kembali membacakan mantera – mantera. Empat orang kerabat keraton berdiri di empat sudut sisi kanan kiri sultan dan membentangkan kain kuning yang disebut Kirab Tuhing.

Diiringi pembacaan mantera dari Belian seorang pawang perempuan yang disebut dewa, melakukan ritual tepung tawar terhadap sultan, selanjutnya sultan turun dari balai untuk melakukan ritual ketikai lepas dengan beberapa orang terpilih diantaranya Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, Kerabat kesultanan Kutai.
Setelah itu, ritual yang sama juga dilakukan Putra Mahkota Kesultanan Kutai HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat.

Menurut Koordinator Seksi Sakral Keraton Kutai Awang Imanuddin, upacara beluluh sendiri memiliki makna sebagai pembersihan diri sultan beserta keluarganya dan Putra Mahkota yang akan melaksanakan Erau, beluluh juga sebagai tanda diawalinya seluruh prosesi rangkaian kegiatan ritual Erau. “Beluluh sendiri terdiri dari 3 rangkaian sakral yakni Beluluh Sultan, Beluluh Aji Begorok, dan Beluluh Aji Rangga Titi. Apabila Sultan telah diluluh maka sultan tidak boleh menginjakkan tanah atau betuhing sampai berakhirnya perayaan Erau ditandai dengan belimbur,” ujarnya.

Dengan permohonan akan keselamatan, kesejahteraan Sultan beserta keluarganya dan masyarakat Kukar, melalui beluluh ini semuanya bisa terkabul.
“Sultan memohon kepada Sang Pencipta agar kita semua diberi keselamatan dan dapat melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan Erau dengan lancar,”. Ungkapnya. #Wn

Leave A Reply

Your email address will not be published.