BeritaKaltim.Co

Tak Dilibatkan Bahas Blok Mahakam, Awang Kecewa Terhadap Menteri ESDM

awang faroek webbSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Diam-diam Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said rupanya sudah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM yang menyebutkan Kaltim memperoleh pengelolaan saham atas Blok Mahakam maksimal 10 persen saja. Permen juga menitikberatkan agar tidak menggunakan atau menggandeng swasta dalam mengelola Blok yang kaya akan kandungan minyak dan gas tersebut.

“Katanya kan mau ketemu saya dulu, lah tapi Permen sudah diterbitkan. Terus terang saya kecewa. Padahal kan yang mengundang untuk ketemu sebelum Permen diterbiktan itu kan Pak Menteri sendiri. Dan itu disampaikan Pak Menteri di acara Seminar Nasional. Saya sekali lagi kecewa,” kata Awang Faroek Ishak, Gubernur Kaltim, Jumat (5/6/2015).

Menurutnya, dirinya sudah berupaya dengan berbagai cara memberikan keyakinan kepada Pusat khususnya Menteri ESDM, bahwa Kaltim harus dilibatkan dalam proses pembahasan apapun menyangkut pengelolaan Blok Mahakam itu. Terlebih yang pembahasannya pemberian jatah untuk Kaltim.

“Sejak awal kan kita sudah menekankan, Kaltim adalah daerah penghasil, harus dilibatkan terkait apapun menyangkut Blok Mahakam itu. Tapi saya tidak akan
mundur, saya akan tetap berjuang, terutama soal tidak melibatkan swasta itu, itu harus dibahas lebih lanjut karena kan kita tidak mungkin tanpa bisa
melibatkan swasta, kita dapat uang dari mana nantinya,” ujarnya.

Pemprov melalui Perusahaan Daerah (Perusda) PT Mandiri Migas Pratama (MMP) Kaltim telah mempersiapkan skema pengelolaan saham dengan nilai 19 persen yang didapatkan dari Pusat. Bekerjasama PT Yudhistira Bumi Energi (YBE), sebelum tahun 2017 (sebelum berakhir kontrak Total E&P Indonesie) dari saham 19 persen itu, nantinya Kaltim akan mendapatkan keuntungan 20 persen dan PT Yudhistira 80 persennya. Pasca 2017, porsi Kaltim ditambah 10 persen menjadi mendapatkan 30 persen, 70 persennya PT Yudhistira. #zay

Leave A Reply

Your email address will not be published.