BeritaKaltim.Co

Flyover Lamban, Perencanaan Kurang Matang

12IRWAN FAISYAL HPSAMARINDA, BERITAKALTIM.com – Pembangunan proyek flyover (jalan layang) Simpang Air Hitam demi meminimalisasi kemacetan, kini terkendala minusnya anggaran hingga Rp 9 miliar, khususnya untuk pembebasan lahan.
Diketahui, anggaran yang diusulkan Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan flyover dan jalan pendekat Jembatan Mahkota II. Sayangnya, terealisasi hanya Rp 20 miliar. Saat ini baru Rp 11 miliar yang bisa dikucurkan.

“Pemerintah telah melakukan yang terbaik atas pembangunan proyek flyover demi mengentaskan permasalahan kemacetan. Harus diingat pembangunannya haruslah dengan perencanaan yang matang, sehingga tidak menuai permasalahan ditengah pengerjaan,” kata Anggota DPRD Kaltim, Irwan Faisyal HP.

Menurutnya, persoalan perencanaan proyek pembangunan yang terkendala anggaran, pastilah perencanaannya tidak melalui kaidah serta mekanisme yang tepat.
Harus ada tahapan-tahapan sebelum pelaksanaan. Estimasi terhadap pembebasan lahan, harusnya dengan cara pendekatan terlebih dahulu.

“Saya menilai Pemkot lamban dalam mengatasi permasalahan kota. Alangkah lebih baik jika permasalahan kota, cepat diantisipasi dan sebelum melaksanakan program pembangunan, harus melalui perencanaan matang. Agar paradigma di masyarakat, pemkot tidak terlalu memaksakan proyek pembangunan itu,” tuturnya.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini mengharapkan Pemkot benar-benar mempunyai niat baik mengatasi kemacetan demi memberi rasa nyaman masyarakat.

“Pemkot tidak boleh lamban mengambil langkah harus melalui perencanaan matang sebelum melaksanan program pembangunan. Sehingga nantinya flyover yang sedang berjalan bisa sesuai dengan harapan mengurangi kemacetan Ibukota Provinsi Kaltim ini,” pungkas anggota Komisi III ini. (adv/rid/dhi)
Teks foto: irwan faisyal

Leave A Reply

Your email address will not be published.