BeritaKaltim.Co

Karena Nyalon Perorangan di Pilwali Bontang, Neni Diancam PAW

DAHRI YASIN webSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Neni Moerneani, anggota DPR-RI asal partai Golkar terancam akan di-PAW (Pergantian Antar Waktu). Hal itu menyusul aktivitas politik mantan ketua DPRD Bontang tersebut mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat dalam Pemilihan Walikota (Pilawali) Bontang 2015 melalui jalur independen atau perorangan.

Pencalonan isteri mantan Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam itu disebut-sebut tanpa persetujuan atau mendapat restu dari partai Golkar, yang hingga saat ini belum menentukan atau memutuskan siapapun yang akan diusung untuk Pilwali.

Ancaman PAW itu dikemukakan ketua Tim Pilkada DPD I Golkar Kaltim Dahri Yasin, Senin (15/6/2015) melalui telepon selularnya.
Menurutnya, dia sebagai ketua Tim Pilkada tak pernah menerima secarik kertas pun terkait restu Golkar untuk Neni. Karenanya jika dikembalikan ke Peraturan Organisasi (PO) maka Neni telah melakukan pelanggaran PO tersebut.

“Dalam PO Golkar disebutkan, kader harus tunduk dan taat dengan aturan partai. Nah partai kan belum memutuskan siapapun yang akan diusung, sementara Neni telah mencalonkan diri dengan mendaftar ke KPUD. Ini kan jelas pelanggaran namanya, makanya salah satu sanksinya bisa kita mengusulkan untuk di PAW dari keanggotaannya di DPR-RI,” kata Dahri.

Ditambahkan ketua Komisi III DPRD Kaltim itu, harus diakui, memang Neni dalam surveinya tertinggi dibandingkan dua kandidat lainnya yakni Adi Dharma (Walikota Bontang saat ini) dan Andi Harun (ketua DPD II Golkar Bontang). Namun itu tidak bisa menjadi alasan dan lantas Neni seenaknya mengusung diri sendiri tanpa mengantongi restu dari partai.

“Yang jelas saya tidak ada menerima apapun terkait restu dari DPP Golkar untuk Neni. Karena itulah saya juga berani mengatakan, jika Neni telah melakukan pelanggaran partai,” tandasnya. #zay

Comments are closed.