BeritaKaltim.Co

Costantein Pamit ke Wartawan

 Costantein R Ansanay
Costantein R Ansanay

SAMARINDA, BERITAKALTARA.com- Costantein R Ansanay, memohon maaf dan pamit kepada wartawan, “Saya mau pesan buat teman-teman (wartawan-red) sekaligus minta maaf kepada teman-teman yang selama ini membantu Saya. Gaya Saya seperti ini, mungkin ada yang kurang pas atau menyinggung perasaan, tapi sebagai manusia tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Saya mohon pamit sampai ketemu di suatu saat”.

Hal ini disampaikan mantan Kajari Samarinda yang akan menduduki jabatan baru di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) ini di tengah kerumunan awak media di depan Aula kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Selasa (16/6/2015), sesaat setelah acara Pelantikan dan Serahterima Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda dan Sendawar.

“Saya nanti di Makassar. kalau ada yang mau mampir Saya terimakasih. Saya senang selama di sini (Samarinda-red) karena bisa bertemu dengan preman, bisa bertemu dengan ormas, bisa bertemu dengan siapa saja. Di situ Saya mempunyai pengalaman yang baik, unik dan indah,” ujar abdi adyaksa asal Papua berpenapilan eksentrik ini.

Kasus yang paling berkesan baginya selama menahkodai Kejaksaan Negeri Samarinda adalah mengembalikan kerugian negara. Dari 28 proyek bermasalah yaitu 11 di Cipta Karya, 17 di Bina Marga.

“Saya melihat karakter orang Samarinda itu sebetulnya mudah untuk proses hukum dan keadilan. Karena Saya lebih mengutamakan keadilan daripada penegakan. Penegakan itu harus sejalan dengan keadilan. Di situ nilai-nilai kemanusiaan. Yang berkesan, bahwa Saya minta dana APBD kota 10 miliar itu dikembalikan, ini dari pengusaha. Saya bilang kalau tidak dikembalikan Saya penjarakan dan akhirnya dikembalikan,” kenangnya.

Hal ini paling berkesan baginya karena menurutnya, itu di luar normatif tapi ada di dalam sebuah dinamika hukum dikala memahami nilai-nilai kemanusiaan yang ada di masyarakat.

Costantein berharap ada tim yang mengamati dana 10 miliar itu. Apa benar dana itu benar masuk ke kas daerah, digunakan untuk pembangunan atau tidak. Ada kekhawatiran dana itu kembali tapi tidak ada rimbanya. “Karena dana itu akan masuk ke kas daerah, menambah kas daerah. Harusnya ada penetapan perubahan anggaran untuk kepentingan pembangunan kota Samarinda,” tuturnya.

Costantein berpesan kepada Kajari penggantinya, I Putu Gede Sudharma, “dia teman sependidikan Saya cuma beda kelas dia kelas satu saya kelas tiga. Dia ‘kan mantan Aspidsus, tentunya dia punya pengalaman yang lebih baik dari Saya dalam penanganan korupsi. Tapi Saya sudah titipkan yang Saya tinggalkan harus berjalan. Saya berharap kajari yang baru juga bisa melakoni apa yang Saya tinggalkan karena Saya sudah buat yang terbaik,” ujarnya.

Yang menjadi ukuran bahwa dirinya telah berbuat yang terbaik, selama Ia menjadi hamba hukum di Samarinda tidak pernah ada masyarakat datang demo melakukan protes. Itu tandanya masyarakat mendukungnya dalam menyelesaikan proses penegakan hukum dan keadilan sehingga hal ini patut diteladani.
“Silakan teman-teman menilai, mudah-mudahan stylenya sama dengan Saya tapi kalau tidak mohon dimaafkan karena beda cetakan,” tutupnya. #Harianto Rivai

Comments are closed.