BeritaKaltim.Co

Pilwali Samarinda 2015: Dahri Tepis Isu Golkar Diintervensi Gubernur Soal Donna Faroek

Donna bersama ayahnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Donna bersama ayahnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.com – Diantara para calon khususnya bakal calon Wakil Walikota (Bacawawali) Partai Golkar untuk Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda 2015 adalah nama Dayang Donna Walfiares Tania atau akrab disapa Donna Faroek.

Menyandang nama Faroek, yang tak lain Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, tentu banyak yang berpandang, sang Gubernur turut intervensi menyokong sang anak agar dipilih menjadi Bacawawali.

Bahkan informasi berkembang, kondisi kesehatan Awang yang kini masih sakit turut menjadi bahan bargaining atau pertaruhan. Yakni Awang siap mundur dan menyerahkan jabatannya kepada Wakil Gubernur (Wagub) Mukmin Faisyal yang tak lain adalah ketua DPD I Golkar Kaltim, jika Donna yang dipilih Golkar.
Dikonfirmasikan hal itu ke Ketua Tim Pilkada DPD I Golkar Kaltim Dahri Yasin, dia langsung membantahnya dengan tegas. Menurutnya, Gubernur tak pernah melakukan intervensi apapun. Adapun DOnna termasuk dalam daftar Bacawawali, itu adalah murni kehendak Donna dan diyakini prosesnya nanti benar-benar objektif.

“Saya pikir tidak benar isu itu, karena Donna kan mendaftar sebagai Bacawawali atas kehendaknya sendiri, tidak ada embel-embel bapaknya. Saya pikir profesional. Saya yakinkan itu karena Golkar ingin menang di Pilwali Samarinda ini,” ujarnya.

Dan termasuk dia juga menyangkal isu berkembang, Golkar sudah menjatuhkan pilihan Bacawalinya adalah Syaharie Jaang. “Bahwa nanti yang terpilih atau diputuskan Jaang, ya itu sudah berbicara lain, karena keputusannya bersifat resmi. Tapi sekarang, nah Golkar belum memutuskan siapapun, jadi saya pun tidak berani berkomentar banyak. Keputusan finalnya tetap ada di DPP,” tandasnya. #zay

 

Comments are closed.