BeritaKaltim.Co

Dinkes Juga Lakukan Razia di Pusat Perbelanjaan

berau Jajanan Ramadhan-2015TANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.com- Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Dr Mathius Popang mengatakan, untuk meminimalisir beredarnya makanan dan minuman yang kadaluarsa dan yang mengandung zat berbahaya, di bulan suci Ramadhan Dinkes tidak hanya meningkatkan pengawasan di bazar Ramadhan, tetapi juga akan malakukan razia di sejumlah pusat perbelanjaan atau swalayan.

Memang tak dapat dipungkuri, setiap menjelang Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri maupun hari besar lainnya , kebanyakan pusat – pusat perbelanjaan perang diskon. Ada yang mulai menurunkan harga hingga 10–20 persen, bahkan cara mengemasnya pun cukup memancing konsumen untuk membawanya pulang.

Namun masyarakat jangan salah, jangan terpengaruh diskon dan jangan terpengaruh dengan kemasan. Sebab menurut Mathius, bahwa kebutuhan pokok yang sudah dikemas dalam bentuk parcel bukan suatu jaminan makanan atau minuman yang ada dalam parcel itu aman

“Karena terkadang makanan yang ada di dalamnya ternyata ada yang sudah kadaluarsa,” ujarnya.

Situasi seperti ini tentunya tidak membuat nyaman konsumen lainnya, dan perlu tindakan tegas terhadap pemilik atau pengelola pusat perbelanjaann tersebut.

“Sebab kalau hanya diberikan teguran lisan, tidak ada efek jera. Perlu diberi sanksi yang tegas, apa lagi yang sebbelumnya sudah pernah melanggar, beri sanksi sesuai UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlidungan konsumen,” tegasnya.

Di sisi lain, hal lain yang perlu diperhatikan adalah masuknya makanan dan minuman yang masuk ke Berau. Konsumen bisa memperhatikan kemasan aslinya, dan dalam kemasan tersebut ada kode ML/ MD serta komposisi pembuatan makanan tersebut tidak mengandung zat yang berbahaya, maka makanan tersebut akan dikembalikan kepada pemiliknya.

Menyikapi banyaknya makanan dan minuman yang berasal dari luar Indonesia, Mathius menyarankan kepada pihak terkait melayangkan surat peringatan tegas kepada pemilik swalayan, mini market atau toko untuk tidak menjajakan makanan yang tidak dilengkapi izin dari balai POM.

“Tapi kalau pelakunya itu – itu saja, tidak perlu peringatan. Langsung saja beri sanksi tentang perlindungan konsumen,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengatakan, bahwa sejauh ini Dinkes beserta instansi terkait kerap kali meningkatkan pengawasan, karena pengawasan ini merupakan tugas pokok penting untuk melindungi masyarakat Berau. Pihaknya secara rutin dan intens melakukan pengawasan. Selain razia yang dilakukan, menurunkan tim ke beberapa pusat perbelanjaan, untuk menyisir dan meneliti makanan yang dijual.
“Kita berusaha mengantisipasi agar jangan sampai makanan berbuka yang dijual kepada masyarakat mengandung zat berbahaya,” katanya. #Hel

Comments are closed.