BeritaKaltim.Co

Drs H. Mugeni MSi, Assisten VI Pemkab Kutim: Kepemimpinan yang Melayani Dimulai dari Dalam Diri Sendiri

Mugeni
Mugeni

Pergeseran paradigma konsep kepemimpinan melahirkan stigma kepemimpinan dengan kekuasaan yang dapat membawa konsekuensi timbulnya malpraktek kekuasaan yang berwujud korupsi.

Pandangan Lord Action, seorang pakar politik ketetanegaraan abad ke-20 yang dengan tegas menyatakan bahwa kekuasaan itu cenderung menimbulkan praktek koruptif pada tataran tertentu ada benar juga.

Setiap kekuasaan dalam wujud apapun yang bersentuhan dengan wilayah publik selalu diwarnai dengan noktah hitam berupa kasus-kasus korupsi.

Pada bagian lain, secara positif kepemimpinan pada era sekarang ini memberikan kesempatan yang luas untuk secara kreatif melakukan berbagai pembangunan dengan muara kesejahteraan masyarakat. Kewenangan yang lebih luas, anggaran biaya yang lebih besar dan tehnologi yang semakin maju memudahkan seorang pemimpin untuk membangun daerahnya.

Terkait dengan konsep kepemimpinan ideal, berikut ini petikan wawancara wartawan Setia Wirawan dengan Assisten VI Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Drs Mugeni MSi diruangkerjanya beberapa waktu yang lalu; Tulisan ini telah dimuat di Tabloid POLITIKA.
Dari tadi tamu bapak tak pernah ada habisnya? apa memang setiap hari seperti ini terus keadaanya?

Saya tidak pernah membatasi apalagi menolak yang datang ke kantor. Siapapun juga silahkan datang kalau memang ada keperluan. Jadi memang setiap hari tamu selalu penuh di ruang ini. Tidak hanya urusan pekerjaan, beragam urusan kadang juga harus diselesaikan karena terlanjur mereka sudah datang.

Apa tidak mengganggu pekerjaan bapak?

Sama sekali tidak, sebab semua yang saya lakukan di kantor ini ujungnya adalah meningkatkan pelayanan kepada publik dan menciptakan kekuatan masyarakat madani. Karenanya sebagai seorang pemimpin saya harus mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat. Itu saya lakukan tidak hanya dikantor, dalam pergaulan keseharian di masyarakat juga saya selalu kedepankan komunikasi dua arah yang saling mengisi tanpa ada salah satu pihak yang merasa didominasi.

Apa ada manfaatnya komunikasi seperti yang bapak lakukan?

Alhamdullilah manfaatnya sangat besar terutama bagi saya pribadi. Setidaknya saya selalu bisa mendengar dan menyimak persoalan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat kutai Timur. Ini penting bagi saya sebagai tambahan pengetahuan sekaligus masukan. Hal lain yang dirasakan adalah pertemanan yang selalu bertambah setiap harinya.

Apa arti kepemimpinan bagi Anda?

Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam diri sendiri. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati dan diterima oleh rakyat yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tetapi juga harus memiliki serangkaian metoda kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Dan menurut saya, Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas. Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinya proses kreativitas yang tinggi melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut. Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan dalam metode kepemimpinan, tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin.

mugeni-bersama-isran-noorMasyarakat sekarang cenderung lebih kritis pada pada pemerintah (Birokrasi) bahkan pada tataran tertentu kerap memandang negatif, hal ini terkait dengan ini pemberian pelayanan aparat pada masyarakat yang cenderung berbelit belit, komentar Anda?

Secara sederhana yang dimaksud dengan pelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain, atau suatu usaha untuk membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan oleh orang lain. Hal ini mengandung pengertian bahwa di samping melaksanakan pemberian pelayanan, maka termasuk juga pelayanan dalam penanganan terhadap berbagai keluhan dan pengaduan orang lain dan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan pemerintah yang baik, terutama dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat, kinerja aparatur negara perlu ditingkatkan melalui pembinaan aparatur yang etis, bermoral, berdisiplin, profesional, produktif dan bertanggung jawab. Selain dari pada itu pembinaan juga diarahkan bagi terciptanya aparatur yang mempunyai mentalitas dan sensitivitas yang tinggi pada lingkup kerjanya. Di samping itu perlu juga diciptakan dan dibangun budaya kerja agar kinerjanya berguna untuk kepentingan masyarakat.

Dari hasil polling sejumlah media massa, nama Anda selalu ada diurutan teratas, komentar Anda?

Saya tentu tidak bisa berkomentar banyak soalnya kan masyarakat yang memberikan pilihan. Mungkin bisa ditanyakan langsung pada masyarakat Kutim kenapa memilik saya (polling Pilkada). Terlepas dari itu semua saya ingin menyampaikan rasa terima kasih atas dukungannyal.

Anda sendiri apa memang berniat mancalonkan diri?

Bagi saya jabatan adalah salah satu media mengabdi kepada masyarakat, jadi bukan satu satunya. Oleh sebab itu, kalau ditanya akan mencalonkan atau tidak akan sangat bergantung pada keinginan dan kehendak masyarakat Kutim. Nah…..kalau saya yakin dukungan masyarakat kepada saya besar tentu saya akan memikirkannya dengan matang, tetapi kalau tidak ada dukungan saya tidak akan memaksakan diri. Sekali lagi jabatan bukan satu satunya media untuk mengabdi pada masyarakat.

Tidak khawatir dengan banyaknya pejabat yang di-KPK-kan?

Kalau tidak melakukan korupsi kenapa harus kuatir. Tapi begini untuk meminimalisir tindakan korup di birokrasi maka perlu ditingkatkan daya kritis dari iklim demokrasi, desentralisasi dan good governance, sehingga tidak toleran lagi pada keterbatasan, ketidakmampuan, apalagi penyelewenangan birokrasi, dan sebagainya. Kondisi ini tentu harus dapat direspon oleh birokrasi aparatur negara dengan melaksanakan pelayanan yang prima tersebut. Pelayanan prima (excellent service) adalah pelayanan yang sangat baik atau pelayanan yang terbaik. Dalam prakteknya pemberian pelayanan tersebut adalah bagaimana harus membantu, menyediakan, menyiapkan, mengurus, memenuhi apa yang diperlukan oleh masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu birokrasi aparatur negara sebagai abdi negara, yang memang tugas utamanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, dalam memberikan pelayanan diperlukan adanya perubahan pola pikir sesuai dengan perkembangan dinamika dan tuntutan masyarakat sekarang. #Setia wirawan

 

Comments are closed.