BeritaKaltim.Co

Zaini Naim: Lambat Ngantor, Tidak Amanah

Zaini NaimSAMARINDA, BERITAKALTIM.COM -Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Samarinda KH Zaini Naim menjadi imam dan memberika nasehat pada kegiatan rutin shalat Zuhur dan Tausiah di hari ke 8 Ramadhan atau pas hari ke empat di Balaikota, Kamis (25/6).
Dengan gaya bahasa ceramahnya yang khas tegas dan keras, Zaini Naim langsung menyebut jamaah shalat zuhur kemarin untuk tidak bangga karena sudah melaksanakan shalat zuhur berjamaah.

“Jangan bangga dulu sudah shalat berjamaah. Belum tentu shalatnya diterima, apalagi sampai memakan uang rakyat. Ini masuk neraka,” ucap Zaini Naim.

Begitu juga yang tidak amanah dalam bekerja, lanjutnya seperti bulan Ramadhan ini turunnya siang hari. “Pak Asisten, kalau turun jadwalnya jam berapa dan pulang jam berapa?” tanya Zaini, yang dijawab Asisten IV Burhanuddin jadwal masuk jam 8, pulangnya jam 3 sore.

“Kalau sampai ada yang turunnya jam 10, pegawai ini tidak amanah. Sama saja berkhianat, dan juga masuk neraka. Apa ada di sini yang turunnya jam 10,” imbuh Zaini lagi.

Zaini mengingatkan juga agar pegawai Pemkot harus malu dengan Allah. “Kita ini sudah banyak mendapat karunia dari Allah, jangan terus meminta minta. Malu dong. Kita ini sudah bisa bernafas 24 jam, karunia, punyai kaki, tangan sempurna juga karunia, dan bekerja di pemkot juga karunia. Tapi masih terus meminta, apalagi kalau ada yang tidak shalat, kelewatan tidak punya malu,” ujarnya.

Menurutnya dalam 24 jam, supaya minimal bisa meluangkan waktunya 50 menit untuk melaksanakan kewajiban shalat 5 waktu, dengan estimasi 10 menit satu waktunya.

“Kita ini dilahirkan di dunia bukan untuk bekerja jadi pegawai, tapi untuk beribadah kepada Allah. Semuanya yang kita lakukan adalah bernilai ibadah, jangan sampai meninggalkan shalat dan mengerjakan yang dilarang Allah, termasuk memakan dari uang haram. Kita harus amanah,” tegasnya.

Banyak nasehat yang disampaikan Zaini Naim kemarin siang, dimana diakuinya itu adalah kali pertama mengisi tausiyah di Balaikota sejak tahun 2000 sebagai ketua MUI Samarinda. “Pas tahun ke 15 baru ini saya mengisi ceramah di balaikota,” tuturnya.(hms2)

Comments are closed.