BeritaKaltim.Co

Ratusan Aset Daerah Belum Bersertifikat

 Ketua DPRD Bulungan, Syarwani
Ketua DPRD Bulungan, Syarwani

TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM – Masalah aset daerah di Kabupaten Bulungan hingga kini masih belum tuntas. Terkait hal ini, DPRD menggelar hearing bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), beberapa waktu lalu di ruang rapat DPRD. Dewan ingin mengetahui langkah dan upaya apa saja yang bakal ditempuh khususnya Bagian Aset Daerah selaku koordinator.

“Koordinatornya ‘kan Bagian Aset Daerah. Sementara aset daerah bukan cuma ada di BPKAD, tapi juga ada di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” ungkap Ketua DPRD Bulungan, Syarwani beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, catatan dari BPKAD secara bertahap akan dipenuhi. Sebab setelah dilakukan diskusi, ternyata ada sebanyak 437 aset belum memiliki sertifikat di Kabupaten Bulungan. Rinciannya, terbanyak pertama dimiliki Dinas Pendidikan (Disdik) sebanyak 230 aset. Kedua, Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan 103 aset tersebar di setiap kecamatan.

“Contohnya bangunan sekolah, ini tentu fasilitas yang sangat penting. Jika status lahannya belum jelas, tentu bisa berdampak proses belajar dan mengajar apabila suatu saat nanti ada masalah terkait lahannya,” tutur Syarwani.

Syarwani pun mengimbau kepada seluruh SKPD terutama para pimpinan, agar pada 2016 mendatang memprioritaskan untuk mengalokasikan anggaran khusus aset. Terutama terhadap aset-aset perkantoran, dalam hal ini aset tidak bergerak yang belum bersertifikat. “Jadi masalah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab BPKD, tapi juga seluruh SKPD,” pesannya.

Ia menekakan pula, jangan sampai terdapat keluhan di bagian pengelolaan barang yang terkendala tidak adanya keinginan dari kepala SKPD dalam mengalokasikan dana untuk aset tersebut. “Kita minta supaya bisa terlaksana di tahun 2016. Nanti kami akan kawal di pembahasan anggaran. Baik di tim anggaran Dewan dan tim anggaran Pemda, salah satunya soal sertifikat aset ini yang akan kita prioritaskan tahun depan,” tegasnya. #adv

Comments are closed.