BeritaKaltim.Co

Jangan Mubazirkan Perda

1saefuddin-zuhriSAMARINDA, BERITAKALTIM.COM – Peraturan daerah (perda) yang belum efektif, menjadi sorotan legislatif dan minta segera dievaluasi. Pasalnya, dalam proses penyusunannya dihabiskan banyak waktu, tenaga, hingga anggaran.

Saefuddin Zuhri, anggota komisi III DPRD Kaltim menilai sejak disahkan DPRD Kaltim, ada perda yang dalam penerapannya kurang maksimal.

“Ini pelajaran dan menjadi bahan evaluasi bagi kita semua baik legislatif maupun eksekutif agar dalam pembuatan dan usulan raperda lebih selektif. tak harus banyak. Meski sedikit perda harusnya berfungsi maksimal dalam penerapannya,” katanya.

Menurut Zuhri, ke depan pemprov maupun pemkot jangan menyia-nyiakan perda yang ada. Ketika suatu perda dibentuk dapat difungsikan sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat maupun perusahaan sesuai yang diharapkan dalam pembentukan perda tersebut. “Terlalu banyak Perda yang disahkan, tapi tidak menjadi perhatian untuk ditertibkan.

Sebaiknya tidak perlu membuang-buang waktu dan anggaran untuk pengesahan sementara realisasinya dilapangan tidak maksimal. Masih banyak yang mesti dikerjakan untuk kepentingan masyarakat Kaltim,” ucapnya.

Politikus Nasdem tersebut berharap jangan menunggu momen untuk menerapkan perda, hari-hari biasa pun perda harus tetap diterapkan tinggal bagaimana mekanisme mengontrolnya saja, mengenai usulan tentang raperda dari pemerintah provinsi juga mesti benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.

“Penerapan memang wajib dilakukan, buat apa perda dikeluarkan sementara tidak ada fungsinya.
Perda dibuat karena ingin adanya solusi dan menunjang kinerja pemerintah,” tegasnya. (adv/yud/dhi/oke)

Comments are closed.