BeritaKaltim.Co

Syaharie Jaang “Diperiksa” Polisi: Nama Pengusaha Abun Disebut-sebut

ABUNSAMARINDA,BERITAKALTIM.COM- Nama pengusaha Samarinda Hery Susanto alias Abun terbawa-bawa dalam kasus dengan terperiksa Syaharie Jaang, Wali Kota Samarinda. Kasus itu terkait sewa menyewa lahan tambang di Palaran.

Seperti diberitakan kemarin, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, Kamis (09/07/2015) menjalani pemeriksaan selama hampir tiga jam di ruang penyidik Polresta Samarinda. Pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Samarinda itu erat kaitannya dengan laporan seorang pengusaha tambang yang merasa dirugikan pemerintah Kota Samarinda terkait izin pertambangan yang diajukannya.

Bagaimana keterlibatan Abun, belum ada informasi yang jelas. Bahkan upaya menghubungi pengusaha tersebut di kantornya Jalan Danau Toba Samarinda belum berhasil.

Syaharie Jaang usai diperiksa menampik tuduhan tersebut, dan menyebut keberadaannya di Mapolresta untuk menghadiri apel gelar pasukan jelang lebaran. Jaang juga membantah jika dirinya berada di ruang penyidik Reskrim itu erat kaitannya dengan laporan pengusaha tambang.

“Tidak benar jika saya diperiksa lantaran tersandung masalah pertambangan, sebaliknya yang benar itu saya di sini untuk berdiskusi terkait pengawasan pertambangan. Hal itu terkait pelimpahan kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah provinsi,” kata Jaang.

Saat disinggung mengenai pemeriksaan terhadap wakil wali kota dan Sekdanya ada kaitan dengan pemeriksaan dirinya, Jaang Lagi-lagi membantahnya.

“Nah kalau kasus sekda dan wawali itu lain lagi, karena saya datang ke sini hanya untuk diskusi terkait pengawasan pertambangan,” kata Jaang lagi.

Kasus ini masih tertutup. Sumber-sumber yang dikumpulkan beritakaltim.com menyebutkan kasusnya terkait dengan izin pinjam pakai tanah yang diklaim milik Pemkot samarinda yang ditandatangani Syaharie Jaang, tanggal 16 Juni 2006 ketika ia masih menjadi Wakil Wali Kota Samarinda.

Permohonan izin pinjam pakai itu atas permohonan yang disampaikan Hery Susanto Gun. Luas tanah yang dipinjam pakai 30.000 M2 atau 3 hektar letak di Mangkujenang, Simpang Pasir, Palaran Samarinda.

Tanah yang dimaksud ternyata tidak bisa dipakai Herry Susanto Gun. Saat mau digunakan datang klaim dari masyarakat bahwa tanah itu milik warga, bukan milik Pemkot Samarinda. Konon kabarnya untuk pinjam pakai itu Herry Susanto telah mengeluarkan dana Rp 2,3 miliar untuk masa pakai Mei 2006-Mei 2011.#le/into

 

Comments are closed.