BeritaKaltim.Co

Soal Blok Mahakam, Komisi II Belum Tahu Pemprov Bakal Putus Yudhistira

Edy Kurniawan lagi webSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Kaltim akhirnya menerima jatah pemberian Pusat atas pengelolaan saham Blok Mahakam minimal 5 persen dan maksimal 10 persen sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No 15/2015. Imbasnya menurut Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, kerjasama dengan swasta dalam hal ini PT Yudhistira Bumi Energi bakal diputus.

Khusus terkait PT Yudhistira, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Edy Kurniawan mengaku, belum mengetahui rencana pemutusan kerjasama dengan PT Yudhistira tersebut. Hingga saat ini Komisi II baru mendapatkan kabarnya dari pemberitaan di media-media. Pihak Pemprov melalui Perusahaan Daerah PT Migas Pratama Mandiri (Perusda MMP) Kaltim belum ada secara resmi memberitahukannya.

“Sampai sekarang kami belum dapat pemberitahuan itu. Barangkali karena rencana pemutusannya belum resmi, maka itu belum ada pemberitahuannya,” kata Edy, kemarin.

Dikatakannya, sebenarnya soal kerjasama dengan pihak swasta itu jangan dulu diputuskan. Jikapun katanya PT Pertamina menyanggupi untuk membiayai semuanya termasuk saham yang akan dikelola Kaltim, itu belum menjadi jaminan, karena diyakini Pertamina juga akan menganggandeng swasta.

“Nah yang saya tahu, PT Pertamina sampai sekarang pun belum ada pernyataan resmi siap atau menyanggupi menalangi biaya saham yang dikelola Kaltim. Kita harus jaga-jaga, kalau sampai detik-detik terakhir peralihan kepemilikan saham Blok Mahakam itu dari Total ke Pertamina 2017 nanti, ternyata Pertamina tak ada kejelasan, maka kan mau tidak mau kita harus menggunakan pihak swasta,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, ditambahkannya, Komisi II segera akan memanggil Perusda MMP untuk mengkoordinasikan semua permasalahan Blok Mahakam itu. “Yah mudah-mudahan saja usai lebaran ini kita langsung bisa memanggil Perusda MMP untuk membicarakannya secara serius,” tambahnya. #zay

Comments are closed.