BeritaKaltim.Co

Tambah Indikator Kinerja Pembangunan Infrastruktur

16sarkowi v zahrySAMARINDA,BERITAKALTIM.COM – Dokumen LKPj Gubernur Kaltim Tahun Anggaran 2014 menyebutkan keberhasilan pembangunan infrakstruktur dasar diukur dengan menggunakan indeks kepuasan masyarakat atas layanan infrakstruktur dasar. Pada tahun 2014 ditetapkan target 5,5, artinya cukup. Sementara perolehan hasil dari survei 10 kabupaten/kota oleh pemerintah provinsi, mendapat hasil indek kepuasan sebesar 5,9.

Hal tersebut disampaikan Sarkowi Von Zahry selaku Ketua Pansus LKPj Gubernur DPRD Kaltim dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Gubernur Kaltim Tahun Anggaran 2014 pada Rapat Paripurna ke-15 DPRD Kaltim, Selasa (14/7).

Keseluruhan Pansus menilai dalam menggunakan indeks tingkat kepuasan masyarakat atas layanan infrakstruktur, mengukur kinerja pembangunan infrastruktur dasar yang berkualitas tidak sesederhana itu.

“Tidak sederhana itu mengukur indeks tingkat kepuasan masyarakat atas layanan infrastruktur. Infrastruktur sangatlah beragam mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, terminal, dermaga, bandar udara, gedung dan lainnya. Selain itu, tidak disertai kejelasan mengenai metode pengukuran,” ujar Sarkowi.

Indikator tingkat kepuasan masyarakat dapat digunakan untuk menilai kepuasan masyarakat. Namun indikator tingkat kepuasan masyarakat yang digunakan tidak mudah untuk mengetahui, mengungkap dan memahami secara langsung korelasinya dengan kinerja layanan sebuah infrastruktur yang memiliki karakteristik berbeda-beda antar jenis infrastruktur.

Adapun metode pengukuran itu meliputi rancangan alat ukur, validitas dan reliabilitas alat ukur, tingkat ketelitian sampel dan jumlah sampel, teknik sampling, teknik analisis, dan interpretasinya, serta independensi pelaksana surveynya.

Menurut Sarkowi, Pansus menilai harus ada penambahan indikator lazim lainnya untuk memudahkan setiap orang membaca hasil kinerja pembangunan infrakstruktur dasar secara cepat, akurat, gampang dipahami dan mencerminkan apa yang akan diukur sebenarnya atas kinerja hasil pembangunan infrastruktur dasar yang beragam, serta indikator yang mengukur mengukur dampaknya bagi kinerja daerah.

Selanjutnya, politikus Partai Golkar mengatakan, pansus LKPj Gubernur DPRD Kaltim merekomendasikan kepada pemerintah provinsi perlu untuk menambah indikator kinerja pembangunan infrakstruktur lainnya yang mencerminkan kinerja infrakstruktur pada masing-masing kelompok fungsi infrakstruktur selain daripada indikator tingkat kepuasan masyarakat.

Seperti kinerja kegiatan (output), kinerja program pembangunan infrastruktur (outcome), dan kinerja pembangunan daerah (indikator makro, impact) yang menjadi indikator dampak atas kinerja keseluruhan pembangunan infrastruktur.

“Ini menjadi tugas pemerintah provinsi untuk menindaklanjutinya dengan merancang indikator input dan indikator output, outcome dan impact untuk mengukur kinerja hasil pembangunan infrastruktur dasar yang lazim,” tandasnya. (adv/rid/oke)

Comments are closed.