BeritaKaltim.Co

Longsor di Bakungan Kukar: Kerugian Ekonomis Rp225 Juta per Jam

Ade Laide Monica
Ade Laide Monica

TENGGARONG, BERITAKALTIM.COM- Dampak longsor di Desa Bakungan yang mengakibatkan terputusnya jalur utama yang menghubungkan ibukota kabupaten dan daerah lainnya secara ekonomis menimbulkan kerugian cukup besar. Bidang Reklamasi dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur mencatat setiap jam kerugian yang diderita mencapai Rp225 juta rupiah.

“Berdasarkan hitungan kami dampak longsor di Desa Bakungan ini angka kerugian secara ekonomis mencapai Rp225 juta perjam,” ungkap Ade Laide Monica, Kabis Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kaltim.

Menurut Ade, angka kerugian ini dihitung berdasarkan jumlah kendaraan yang lintas setiap jam setelah para pengguna jalan harus menempuh jalur alternatif sepanjang lima kilometer.

“Jadi angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah kendaraan yang melintas di jalur alternatif sepanjang lima kilometer, angka tersebut masih ditambah lamanya waktu mengantri karena jalur alternatif ini dilakukan dengan sistem buka tutup,” tambahnya.

Ade menambahkan kerugian tersebut belum termasuk kerugian yang diderita warga setempat akibat terhentinya kegiatan ekonomi warga selama belum ada penanggulangan bencana. Kerugian ekonomis tersebut berupa hilangnya mata pencarian warga akibat terdampak dari musibah tanah longsor, kerugian akibat kerusakan harta benda dan lain-lain.

“Jadi jika dihitung keseluruhan angkanya pasti sangat fantastis,” kata Ade kemudian.

Sementara itu, hingga Kamis (16/07/2015) sore kondisi lokasi longsor sedikit demi sedikit luasannya masih terus bertambah. Di beberapa titik, terlihat pergerakan tanah masih terus berlangsung. Kondisi itulah yang paling dikuatirkan warga terutama yang tinggal tak jauh dari lokasi longsor. #Ahz

Comments are closed.