BeritaKaltim.Co

Ada Kasak-kusuk “Calon Boneka” di Pilwali Samarinda

samarinda calon walikota bonekaSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Sehari sebelum KPUD Samarinda membuka pendaftaran untuk calon wali kota dan wakil wali kota Samarinda Periode 2016-2021 yang akan dipilih 9 Desember 2015, suhu politik semakin meninggi. Pasalnya, sampai hari Sabtu (25/7/2015), masih belum jelas juga siapa saja yang direstui para pemimpin partai di tingkat nasional.

Poros Syaharie Jaang – Nusyirwan Ismail disebut-sebut belum direstui Partai Demokrat. Padahal kedua pasangan ini telah lebih dulu memperoleh partai pengusung dari Nasdem, PKS, PAN dan PPP.

Pasangan incumben tengah bekerja keras, selain berusaha mendapatkan SK Partai Demokrat juga menyiapkan opsi-opsi lain jika akhirnya tidak ada calon kandidat yang maju dalam Pilwali itu.

Informasi yang dikumpulkan beritakaltim.com dari sejumlah pengurus partai menyebutkan, bakal adanya setting “Calon Boneka” disiapkan kubu petahana dan tim.

Siapa “calon boneka” dimaksudkan, masih belum jelas. Namun perbicangan dikalangan politisi menyebutkan, kemungkinan jumlah pasangan calon wali kota dan wakil walikota bakal menjadi tiga pasang. Selain Syaharie Jaang – Nusyirwan Ismail, dua pasang calon yang muncul adalah H Zuhdi Yahya-Donna Faroek, dicalonkan PDI-P dan Golkar. Kemudian H Nanang Sulaiman – Darmansyah yang dicalonkan PPP bersama PKS dan PAN.

Munculnya nama pasangan Nanang Sulaiman – Darmansyah adalah hasil desain dari partai yang semula mendukung Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail untuk berjaga-jaga agar tidak hanya ada satu pasangan calon yang berakibat Pilkada ditunda. Dengan desain tersebut nanti yang mencalonkan Jaanur tinggal (Demokrat-Nasdem).

Semua petinggi partai politik yang berkepentingan dengan Pilkada Samarinda, kini tengah berada di Jakarta dan baru akan pulang besok (Minggu), dan Senin (27/07/2015) mendaftarkan calon masing-masing ke KPUD Samarinda.

Calon wali kota Syaharie Jaang dikabarkan, berangkat ke KPUD Samarinda pada hari Senin (27/07) dari kediaman pribadinya di Perumahan Citra Griya. Sebelum ke KPUD Samarinda, Jaanur ziarah dulu ke Makam Pahlawan Keseuma Bangsa, setelah itu baru ke KPUD Samarinda.

Tentang munculnya nama Zuhdi Yahya-Donna Faroek sebagai calon wali kota dan wakil wali kota, kalau menggunakan pendekatan kepartaian, bisa saja sebab sebab Zuhdi Yahya yang ketua KONI Kaltim dekat ke PDI-P, malahan caleg DPR-RI dari PDI-P tahun 2014. Sedangkan Donna memang sudah lama disebut-sebut akan diusung Golkar.

Ketua Tim Pilkada Golkar Kaltim, Dahri Yasin saat dikonfirmasi semalam, mengaku sedang berada di Jakarta, tapi belum membenarkan bahwa Golkar-PDI-P berkoalisi. “Soal nama calon untuk Samarinda belum diputuskan dan paling alot pembahasannya,” kata Dahri.

Menurutnya, dari sembilan daerah yang mengikuti Pilkada serentak di Kaltim, delapan daerah lainnya sudah clear soal nama yang dicalonkan, satu daerah yakni Samarinda masih alot pembahasannya. “Mungkin malam ini baru ada kejelasan,” tambahnya.

Sumber lain menyebut, calon dari Golkar untuk Samarinda menjadi krusial sebab Ketua DPD Golkar Samarinda, H Jafar Gaffar maupun Donna Faroek secara resmi sudah pernah mendaftarkan diri di Golkar untuk calon wali kota maupun wakil wali kota.

Jafar disebut sudah tidak mau mengalah lagi karena merasa sudah bekerja maksimal memimpin Golkar Samarinda, sehingga dalam Pileg 2014, kursi ketua DPRD Samarinda kembali ke Golkar. Kemudian Alphad Syarief yang “mengkudeta”jatah kursi ketua DPRD Samarinda dari Jafar sudah berkomitmen habis-habisan mendukung Jafar menjadi calon wali kota atau wakil wali kota di Pilkada Desember 2015.

Sementara itu Ketua DPW PPP Kaltim, H Rusman Yak’ub ketika dihubungi juga mengaku sedang di Jakarta, tapi belum mendengar adanya desain H Nanang Sulaiman – Darmansyah maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota untuk mengantisipasi calon tidak hanya satu pasang.

“Nanti saya cek, tapi utusan wali kota Samarinda, memang dewan pimpinan cabang yang lebih punya otonomi memutuskan,” katanya.#into

Comments are closed.