BeritaKaltim.Co

Neni: Kalau Head To Head, Insya Allah Kami Menang

neni-basriBONTANG, BERITAKALTIM.com- Prediksi hanya akan diikuti dua kandidat yang bertarung pada Pilwali Bontang Desember mendatang mendapat tanggapan dari pasangan independen Neni-Basri. Setelah lolos verifikasi faktual, Neni pun yakin bisa memenangkan Pilkada nanti.

“Wah saya belum dengar kandidat-kandidat mana saja yang mau mendaftar. Tetapi kalau memang hanya dua insya Allah kami pun yakin menang. Mohon doanya saja. Yang jelas, saya maju dan mundur di DPR RI demi rakyat Bontang,” kata Neni.

Saat disinggung soal kemungkinan Golkar menjadi salah satu partai pengusung pasangan petahana, Neni enggan mengomentari banyak perihal itu. “Saya sebagai kader Golkar tentu berharap bisa mendapat dukungan dari Golkar. Tetapi kalau partai punya kebijakan lain saya tidak maksa. Namun yang jelas saya yakin partai pun inginkan yang terbaik,” ujarnya.

Neni mengaku saat ini persiapan untuk mendaftar di KPU sudah dia lakukan. Mulai dari berkas-berkas hingga massa yang akan mengantar dirinya ke KPU nanti pun terus dimatangkan. “Ini saya lagi dalam perjalanan ke Bontang. Insya Allah hari Selasa saya baru mendaftar ke KPU. Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan Selasa siang tiba,” jelasnya.

Sementara itu, kemungkinan Pilkada hanya diikuti dua kandidat bukan saja tidak mungkin terjadi. Pasalnya, saat dikonfirmasi sebelumnya Andi Harun belum bisa memastikan. Semua ditentukan oleh apapun keputusan dari DPP Golkar. Sebagai kader, dia harus menaati perintah partai.

“Partai yang akan menentukan sikap. Partai akan mengumumkan rekomendasi satu paket dengan wakilnya,” kata Andi.

Sampai menjelang tahapan pendaftaran pasangan calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) 26 – 28 Juli mendatang, hanya Andi Harun yang belum memiliki pendamping.

Tiga bakal calon walikota yang lain sudah memiliki pasangan. Adi Darma hampir pasti berduet kembali dengan Isro Umarghani, Neni Moerniaeni yang maju melalui jalur independen memilih Basri sebagai pendamping. Sedangkan Suroyo sejak jauh hari memastikan maju berpasangan dengan Etha Rimba Paembonan.

“Saya masih menunggu keputusan pusat. Paling lambat, Senin (27/7/2015) partai sudah memberikan rekomendasi untuk semua daerah di Kaltim. Sikap saya sangat ditentukan apa keputusan dari DPP,” kata dia.

Kisruh di DPP Golkar menjadi salahsatu penyebab tidak pastinya pencalonan Andi Harun di Pilkada Bontang. Kesepakatan islah DPP Golkar versi Aburizal Bakrie dan Agung Laksono kembali memanas setelah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mengeluarkan putusan memenangkan gugatan Aburizal cs. Penyebabnya, sebagai pemenang gugatan, Aburizal merasa berhak untuk menandatangani rekomendasi calon di Pilkada.

“Kita tunggu saja perkembangannya sampai detik terakhir. Yang pasti, saya akan mengikuti apapun nantinya instruksi dari partai,” tuturnya.

Sekjen DPD Golkar Kaltim Achmad Albert membenarkan bahwa DPP akan mengumumkan rekomendasi untuk semua calon secara nasional. Albert mengatakan dirinya sedang berada di Jakarta untuk mengikuti pengumuman tersebut.

“Semua calon akan diumumkan Senin mendatang. Termasuk Bontang,” tegasnya.

Albert mengungkapkan, khusus di Bontang, selain Andi Harun, ada beberapa nama yang juga diusulkan oleh DPD Golkar Kaltim. Kalau dirinya tidak salah ingat, ada lima nama yang diusulkan. Adi Darma, Neni Moerniaeni dan Kaharuddin Jaffar termasuk di dalamnya.
Tetapi, tentunya hasil pengumuman akan sesuai dengan kondisi terkini. Sebab, saat ini, tidak mungkin bagi Golkar untuk memberikan rekomendasi ke Neni yang telah maju melalui jalur independen.

“Pastinya begitu, tak mungkin kami memberikan dukungan ke kader yang sudah maju melalui non partai,” ungkapnya. #fs

Comments are closed.