BeritaKaltim.Co

Nusyirwan: Jangan Ada Anak Putus Sekolah

nusyirwan ismail1SAMARINDA, BERITAKALTIM.COM -Tak ada salahnya jika Pemkot Samarinda menempatkan pendidikan sebagai program unggulan di kota ini. Karena Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kekuatan utama untuk menunjang pembangunan suatu daerah. Di sisi lain, pendidikan juga dianggap bisa meningkatkan derajat hidup masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Menurutnya, pendidikan tetap menjadi salah satu program unggulan dari sekian banyak program ungulan lainnya yang dicanangkan dirinya bersama Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang.

Salah satu implementasi yang paling nyata adalah dengan mencanangkan pendidikan gratis hingga ke jenjang SMA yang telah berjalan sukses selama ini. Untuk itu, diminta kepada seluruh elemen masyarakat agar bisa mendukungnya dengan terus menyukseskan program dimaksud.

“Pendidikan yang kita canangkan juga merupakan pendidikan yang berkeadilan, sehingga semua anak memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan. Karena itu, jangan sampai ada anak-anak kita yang putus sekolah tanpa alasan yang jelas,” katanya.

Apalagi lanjut dia, tahun ini mulai diberlakukan pasar bebas ASEAN, sehingga menuntut kesiapan SDM yang baik pula. Karena jika tidak, warga Indonesia termasuk Samarinda terancam bisa tersingkir bila kalah SDM dengan warga negara tetangga di ASEAN. Karena kini warga luar juga sudah mulai bebas untuk masuk dan bekerja di negara ini, ataupun sebaliknya. Untuk itu, ia juga menekankan masalah keterampilan dan skill siswa.

“Yang juga menjadi tantangan adalah bagi yang lulus SMA dan tidak melanjutkan pendidikan. Lulusan SMA ini belum dibekali keterampilan, sehingga bisa menjadi tantangan. Makanya, harus kita bekali keterampilan supaya bisa terserap di dunia kerja,” terangnya.

Seiring itu kata Wawali, Pemkot juga kini memperbanyak SMK dibanding SMA. Harapannya, bila lulus SMK dan tidak melanjutkan pendidikan, yang bersangkutan tak akan menjadi beban di masyarakat karenaa telah dibekali dengan keterampilan sesuai disiplin ilmu.

“Kemudian yang juga tak kalah penting adalah menjauhkan anak-anak kita dari penyalahgunaan narkoba. Kalau sudah terindikasi, maka harus direhabilitasi. Selanjutnya kita bersama menekan kasus narkoba baru. Kita juga harus bisa pagari anak-anak kita dengan pendidikan agama, agar dijauhkan dari hal-hal negatif,” pungkas Wawali yang juga Ketua Barisan Anti Narkoba (BAN) Kota Samarinda itu. (hms6)

Comments are closed.